Rabu, 27 Mei 2020

Ekonom Unpad: Mencetak Uang untuk Tangani Pandemi Covid-19 Timbulkan Masalah Lanjutan

- 29 April 2020, 08:30 WIB
ILUSTRASI pencetakan uang, mencetak uang.* /ANTARA

PIKIRAN RAKYAT - Pemerintah harus memikirkan secara matang usulan melakukan pelonggaran kuantitatif dengan mencetak uang untuk memenuhi kebutuhan dana penanganan pandemi COVID-19.

Alasannya langkah pencetakan uang dapat memunculkan masalah lanjutan.

Ekonom dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Kurniawan Saefullah mengakui kondisi akibat pandemi COVID-19 yang berlangsung saat ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca Juga: Rawan Kecemburuan Sosial, BLT Dana Desa Bisa Memicu Konflik Horisontal

Sehingga menimbulkan ancaman terhadap sektor perekonomian. Terutama ancaman pangan bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah dan sektor informal.

Akan tetapi, ia meyakini masyarakat Indonesia akan melakukan adaptasi dengan berbagai hal terkait kondisi yang dihadapi, baik dengan maupun tanpa internvensi pemerintah.

Di antaranya apakah akan melakukan inovasi dalam berkegiatan baru, dengan memanfaatkan potensi modal sosial yang kuat, atau adaptasi terburuknya tidak menuruti arahan pemerintah dan menentukan arah kegiatan mereka sendiri.

Baca Juga: Kebenaran Mengenai Zodiak Taurus, dari Kekurangan hingga Kelebihannya

Hanya saja, terkait upaya pemenuhan kebutuhan dana penanganan Pandemi COVID-19 yang diharapkan bisa ditingkatkan menjadi Rp 1.600 Triliun melalui pelonggaran kuantitatif dengan mencetak uang, menurutnya, harus dipikirkan dengan benar.

Pemerintah harus berhitung betul jika berencana akan mencetak uang dalam mengantisipasi dampak resesi ekonomi di masa yang akan datang.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X