Senin, 25 Mei 2020

Industri Kesehatan 95 Persen Impor, APD dan Obat Butuh Investasi Skala Besar

- 25 April 2020, 08:30 WIB
ILUSTRASI obat, obat-obatan, kapsul, pil.* /PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT -  Anggota DPR dari FPKS Hj. Nevi Zuairina meminta BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) serius mencari investor untuk membangun industri berskala besar di bidang kesehatan dan pangan.

Hal itu disebabkan 95 persen kebutuhan alat kesehatan dan obat-obatan Indonesia masih diimpor.

"Harus ada upaya perencanaan investasi terintegrasi dari pusat hingga daerah.  BKPM RI perlu menyelesaikan penyusunan big data investasi yang akan mengintegrasikan investasi di sektor pertambangan (blackgold), sektor pertanian, perkebunan  (greengold), sektor kelautan (bluegold) dan pariwisata," kata Nevi dalam rilisnya, Sabtu 25 April 2020.

Baca Juga: 2 Tahun Hubungannya Retak dengan sang Ayah, Meghan Markle Tuntut Media Inggris

Dia meminta kepada BKPM agar memprioritaskan mencari investor untuk bidang kesehatan dan pangan, yang memiliki kemampuan membangun industri berskala besar.

“Saat ini banyak kerancuan di lapangan khusus persoalan APD baik masalah produksi, distribusi maupun  Ketersediaan yang merata di setiap daerah," ujarnya.

Nevi mempertanyakan pemerintah pada persoalan APD yang di lapangan pada saat ini masih sangat kekurangan terutama APD yang sesuai dengan standard WHO untuk keperluan tenaga medis.

"Seperi baju hazmat, masker N95, masker bedah, dan berbagai instrumen alat pelindung diri," ucapnya.

 Baca Juga: Harus Diwaspadai, Perombakan UU Sisdiknas dengan RUU Omnibus Law Cipta Kerja

Namun ada statemen pemerintah yang membingungkan menurut Nevi bahwa, pekan lalu Menteri keuangan seusai rapat sidang kabinet bersama Presiden Joko Widodo melalui konferensi video, Selasa 14 April 2020, mengatakan Indonesia tetap akan mengekspor alat pelindung diri ( APD) ke negara lain.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X