Jangan Khawatir Pangan Aman, Tahun Ini 50 Desa Berdaya Panen Raya

- 23 April 2020, 13:57 WIB
PANEN raya di sejumlah wilayah Indonesia.* /Ai Rika Rachmawati/"PR"

PIKIRAN RAKYAT- Sejumlah Desa Berdaya Binaan Rumah Zakat di Indonesia melakukan panen raya pada periode April-Mei 2020 ini. Sepanjang tahun ini, sedikitnya 50 dari total 235 Desa Berdaya penghasil beras binaan Rumah Zakat akan melakukan panen raya.

Demikian diungkapkan Chief Product Officer Rumah Zakat, Murni Alit, pada Konferensi Pers Panen Raya yang dilakukan melalui Zoom, Kamis, 23 April 2020.

Total, jumlah Desa Berdaya binaan Rumah Zakat mencapai 1.620 desa yang tersebar dari Aceh sampai Papua. "Di tengah pandemi Covid-19 ini ada kabar membahagiakan, yaitu panen raya di sejumlah Desa Berdaya. Insya Allah ini akan berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan," ujarnya.

Baca Juga: Heboh Pemancing Dapat Ikan Tinggal Sepotong, Sisanya Dimakan Hiu Besar

Menurut dia, hasil panen beras setiap Desa Berdaya bervariasi, mulai dari 1,5 ton sampai dengan 180 ton gabah. Jika dirata-ratakan, hasil panen per desa mencapai 5,5 ton gabah.

Menurut Murni, sebagian hasil panen raya tersebut diserap Rumah Zakat, sebagian dijual petani kepada pembeli, dan sebagian lainnya disimpan untuk kemandirian pangan petani binaan. Umumnya, gabah yang disimpan untuk kemandirian pangan petani mencapai 10%-33% hasil panen.

"Kami menyiapkan Rp 1 miliar dana yang bersumber dari dana wakaf untuk membeli gabah hasil panen Petani Berdaya binaan Rumah Zakat," katanya.

Baca Juga: Jadi Tren saat COVID-19, Berikut 5 Cara Terhindar Penipuan Online ala Google

loading...

Gabah yang dibeli dari petani tersebut, menurut Murni, akan disimpan di lumbung pangan Rumah Zakat sebagai stok ketahanan pangan. Ia mengatakan, gabah tersebut nantinya akan disalurkan dalam bentuk beras kepada penerima manfaat.

Pada kesempatan tersebut panen raya dilakukan di 3 Desa Berdaya binaan Rumah Zakat di Pulau Jawa. Ketiga desa tersebut, adalah Desa Berdaya Sragi, Banyuwangi, Jawa Timur, Desa Berdaya Glempang, Banyumas Jawa Tengah dan Desa Berdaya Telukagung, Indramayu, Jawa Barat.

Murni mengatakan, varietas padi IR 64 yang ditanam di Desa Glempang mempunyai keunggulan tahan wereng, hasil nasinya pulen, dan relatif terjangkau harganya. Sedangkan Padi Ciherang dari Indramayu mempunyai kelebihan di bobot padinya yang lebih berat padat atau lebih berisi. 

Baca Juga: Bertambah 27 Orang, Total 63 Mahasiswa Klaster Bethel Jakarta Positif Covid-19

Adapun hasil panen tersebut diharapkan bisa menjadi supply bahan pokok bagi warga desanya masing-masing dengan harga yang lebih terjangkau. 

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X