1.569 UMKM Jawa Barat Terdampak Pandemi Virus Corona (Covid-19)

- 22 April 2020, 16:34 WIB
PENJAHIT mengerjakan pekerjaannya di salah satu konveksi kaos di Jalan Manisi, Kota Bandung, Senin (13/4/2020). UMKM diusulkan memperoleh kemudahan kredit di tengah pandemi Covid-19.*
PENJAHIT mengerjakan pekerjaannya di salah satu konveksi kaos di Jalan Manisi, Kota Bandung, Senin (13/4/2020). UMKM diusulkan memperoleh kemudahan kredit di tengah pandemi Covid-19.* /ARIF HIDAYAH/PR

PIKIRAN RAKYAT - Sebanyak 1.569 pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Jawa Barat (Jabar) terdampak Pandemi Covid-19. Jumlah tersebut merupakan hasil sementara pendataan UMKM Crisis Centre Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) yang dilakukan pada 24 Maret sampai 19 April 2020.

Koordinator Wilayah (Korwil) UMKM Crisis Center ABDSI Jabar, Siti Nur Maftuhah, mengatakan, pendataan masih terus berlangsung. Jumlah UMKM terdampak pandemi Covid-19 masih berpotensi untuk bertambah.

"Secara nasional, jumlah UMKM terdampak Covid-19 yang sudah terdata UMKM Crisis Centre ABDSI pada periode tersebut mencapai 7.994," ujarnya di Bandung, Rabu, 22 April 2020.

Baca Juga: MUI Haramkan ODP, PDP, dan Positif COVID-19 Berjemaah di Masjid

Ia mengatakan, dari sisi skala usaha, yang paling terdampak adalah pelaku usaha mikro dan kecil (UMK), khususnya usaha harian. Mereka diantaranya adalah pedagang kuliner harian, pedagang kaki lima, usaha terkait pariwisata, dan jasa kreatif.

"Dari semua UMKM terdampak yang sudah terdata, 87% diantaranya adalah pelaku usaha mikro, yang omzetnya sampai dengan Rp 300 juta per tahun," ujarnya.

Sebagian besar, 47% dari total UMKM terdampak yang sudah didata, merupakan pelaku usaha makanan olahan. Sebanyak 84% memiliki tenaga kerja antara 1-10 orang.

Baca Juga: 5.327 Paket Bansos Sudah Didistribusikan Pemprov Jabar kepada KRTS

Ketua Pusat Data dan Rencana UMKM Crisis Center ABDSI, Helma Agustiawan, mengatakan, dampak terbesar yang dialami para pelaku UMKM tersebut adalah anjloknya permintaan, yang dikeluhkan 96% responden. Sebanyak 81% mengeluhkan kenaikan harga bahan baku.

"Akan tetapi, ada 2% UMKM yang akibat pandemi Covid-19 justru mengalami peningkatan permintaan," ujarnya.

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X