Kamis, 28 Mei 2020

Hadapi Virus Corona (Covid-19), Pemerintah Siapkan 5 Insentif Bansos

- 8 April 2020, 16:25 WIB
KELUARGA Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH).* /RIRIN NURFEBRIANI/PR

PIKIRAN RAKYAT - Pemerintah menyediakan lima insentif bantuan sosial dalam meminimalisir dampak penyebaran Covid-19 pada masyarakat, khususnya yang berpenghasilan rendah. Insentif tersebut langsung diimplementasikan bulan ini.

Direktur Jenderal Anggarab Kementerian Keuangan, Askolani, mengatakan, APBN sebagai instrumen fiskal Indonesia berperan aktif untuk percepatan penanggulangan Covid-19. Beberapa insentif untuk bantuan sosial sudah dikucurkan oleh pemerintah. 

"Bantuan tersebut diberikan melalui masing-masing Kementerian teknis terkait,” ujar Askolani saat konferensi pers virtual bersama Dirjen Perbendaharaan Andin Hadiyanto dan Dirjen Perimbangan Keuangan Astera Prima, di Jakarta, Rabu, 8 April 2020.

Baca Juga: Krisis Obat-obatan Melanda Sejumlah Negara Eropa di Tengah COVID-19

Insentif tersebut yang pertama adalah penambahan penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) untuk 10 Juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sebelumnya, penyaluran PKH dilakukan  per tiga bulan. Saat ini, penyaluran PKH akan diberikan per bulan sepanjang tahun 2020.

"Untuk Bulan April - Juni, KPM akan menerima PKH sebanyak 2 kali. Dengan demikian, terjadi peningkatan anggaran dari sebelumnya Rp29,13 triliun menjadi Rp37,4 triliun," kata dia.

Kedua, yaitu Program Kartu Sembako untuk 20 Juta penerima. Sebelumnya, program ini diimplementasikan untuk 15,2 juta penerima eksisting dengan besaran Rp150.000/bulan (Januari-Februari). 

Baca Juga: Positif COVID-19 di Indonesia per Rabu 8 April 2020 Hampir 3.000 Kasus, Yuri Beri Pesannya

Saat ini, ada penambahan 4,8 juta penerima tambahan dengan besaran Rp200.000/bulan (mulai Maret-Desember).  Kebijakan ini menambah total anggaran sebesar Rp43,6 triliun dari sebelumnya Rp28,08 triliun.

Ketiga adalah Program Kartu Prakerja untuk 5,6 juta Peserta dengan total anggaran Rp 20 triliun. Dari program ini, setiap peserta akan menerima biaya pelatihan, insentif bulanan dan survei dengan total batuan sebesar Rp3,55 juta. 

Saat ini, Askolani mengatakan, pemerintah juga sedang melakukan pendataan pekerja terdampak Covid-19. Pekerja yang masuk kriteria tersebut adalah yang terkena PHK, dirumahkan dengan unpaid leave, maupun yang mengalami penurunan income. "Kelompok itu akan diprioritaskan menjadi penerima kartu prakerja," ujarnya.

Baca Juga: Kota Bogor dan Dua Daerah Lain di Jabar Resmi Mengajukan PSBB untuk Penanganan COVID-19

Keempat, pemerintah memberikan diskon tarif bagi Pelanggan 450 VA dan 900 VA Subsidi. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, Rumah Tangga daya 450 VA adalah sebanyak 24 Juta Pelanggan, dan akan diberikan pembebasan biaya listrik

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X