Kamis, 28 Mei 2020

Akhir Maret 2020, Cadangan Devisa Indonesia Turun 9 Miliar Dolar AS

- 7 April 2020, 17:55 WIB
ILUSTRASI penurunan devisa, saham, ekonomi.* /PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT - Cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2020 tercatat sebesar 121,0 miliar dolar AS. Angka itu lebih rendah 9 miliar Dolar AS dibandingkan dengan posisi akhir Februari 2020 sebesar 130,4 miliar dolar AS.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan cadangan devisa tersebut digunakan untuk membayar utang luar negeri pemerintah yang telah jatuh tempo sebesar 2 miliar Dolar AS. Sementara devisa sebesar 7 miliar Dolar AS digunakan BI untuk melakukan stabilisasi nilai tukar Rupiah.

Baca Juga: Driver Ojol juga Pahlawan, Kiper Persib Ajak Bobotoh Beri Tip Tiap Pemesanan

"Stabilisasi nilai tukar Rupiah tersebut khususnya minggu kedua dan ketiga bulan Maret 2020. Saat itu kepanikan pasar global sedang tinggi," ujar dia saat konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa 7 April 2020.

Kepanikan pasar keuangan global tersebut telah mendorong aliran modal keluar Indonesia dan meningkatkan tekanan Rupiah khususnya pada minggu kedua dan ketiga bulan Maret 2020.

Namun, menurut Perry, kepanikan tersebut saat ini mereda. Cadanhan devisa bahkan mulai bertambah kembali.

Baca Juga: 40.081 Pekerja Seni Terdampak COVID-19, Jumlahnya Diprediksi Bertambah

Menurut Perry, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,2 bulan impor atau 7,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Cadangan devisa saat ini berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

Ringtimes Banyuwangi

Hujan

28 Mei 2020, 14:00 WIB
X