Tugas Debt Collector Dihentikan Sementara selama Pandemi COVID-19

- 7 April 2020, 15:49 WIB
ILUSTRASI utang.* /PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan agar lembaga pinjaman untuk menghentikan sementara pena­gihan kepada masyarakat yang terdampak wabah COVID-19, termasuk penarikan barang oleh debt colector jika nasabah sudah mengajukan permohonan keringanan ­cicilan.

Juru Bicara OJK, Sekar Putih Djarot, mengatakan, OJK masih mendengar keluhan yang disampaikan melalui surel atau telepon call center OJK berkaitan dengan masih maraknya debt collector yang menemui masyarakat.

Baca Juga: Tak Kuat Hidup di Singapura, Pekerja Migran Malaysia Jalan Kaki Pulang ke Kampung Halaman

Hal itu khususnya yang terkait dengan pembiayaan oleh ­perusahaan pembiayaan atau leasing. 

”Terhadap hal tersebut, OJK menegaskan dan meminta kerja sama nasabah dan bank atau perusahaan pembia­yaan,” ujar Sekar dalam keterangan tertulis, Senin 6 April 2020.

Baca Juga: Hujan Mengguyur Dua Hari Berturut-turut, Sawah Siap Panen Tertimbun Longsor

Dia mengatakan, OJK telah mengeluarkan peraturan sehingga bank atau leasing dapat menunda pembayaran cicilan maksimal satu tahun. Meskipun implementasi kebijakan tersebut dapat bervariasi diserahkan pada bank atau leasing.

”Bentuk keringanan antara lain penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu, pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, penambahan fasilitas kredit, konversi kredit menjadi pe­nyer­taan modal sementara atau lainnya sesuai dengan kesepakatan baru,” ujarnya.

Baca Juga: Kabupaten Cianjur Dihadapkan Persoalan Pemudik di Tengah Pandemi COVID-19

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X