Senin, 25 Mei 2020

1.266 Hotel di Indonesia Tutup, PHRI: yang Bisa Membayar THR Sedikit

- 7 April 2020, 12:10 WIB
KAMPANYE bertajuk 'From Joga With Love' diikuti oleh beberapa pemilik hotel yang terkena dampak COVID-19.* /Twitter @ParinadyaJogja

PIKIRAN RAKYAT – Sebanyak 1.266 hotel di Indonesia terpaksa tutup tergebuk pandemi virus corona, per Senin, 6 April 2020.

Menjelang hari raya Idulfitri, Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) pun mendata kemampuan pengusaha membayarkan tunjangan hari raya (THR).

Namun, melihat fakta ribuan hotel tutup akibat Covid-19, PHRI memprediksi hanya sedikit hotel yang bisa menunaikan kewajiban bayar THR karyawan.

Baca Juga: Tiga SUV Terlaris di Indonesia, Pajero atau Fortuner Pemenangnya?

"Kalau hotel kemungkinan besar yang masih bisa membayar THR jumlahnya sedikit,” kata Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani, Selasa, 7 April 2020.

Hariyadi mengungkapkan, seperti dilansir Antara, hingga Senin sore telah menerima laporan sebanyak 1.266 hotel tutup karena terdampak mewabahnya COVID-19.

Meski belum ada data spesifik mengenai jumlah karyawan yang terdampak penutupan hotel, ia memperkirakan sebanyak lebih dari 150 ribu karyawan ikut kena imbasnya.

Baca Juga: Cara Mengurus Jenazah Pasien Covid-19 Sesuai Aturan Kemenkes, Simak Fatwa MUI Tentangnya

“Dan itu kemungkinan juga tidak penuh karena seperti tadi saya bilang, kalau tidak ada cashflow-nya, apa yang mau diberikan. Masalah besarnya di situ," katanya.

Menurut Hariyadi, selama ini usaha perhotelan tidak pernah bermasalah mengenai pembayaran THR. Namun, kondisi kali ini sangat luar biasa dampaknya bagi industri tersebut.

Terhadap karyawan dari 1.266 hotel yang tutup, semua karyawannya kini berstatus cuti di luar tanggungan perusahaan.

Baca Juga: Daihatsu Tidak Tinggal Diam, Luncurkan Mobil Pesaing Suzuki Jimny

Pengusaha hotel tidak mengambil jalan pemutusan hubungan kerja (PHK) karena perusahaan tidak memiliki dana untuk memberikan pesangon.

"Jadi (karyawan yang dirumahkan) tidak ada pendapatan. Makanya itu sangat buruk. Karena perusahaan memang tidak punya dana lagi. Maka pemerintah kalau mau beri stimulus, stimulusnya kepada pekerja (yang dirumahkan) itu," katanya.***

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X