Sabtu, 30 Mei 2020

Debt Collector Masih Tagih Utang Warga Terdampak Virus Corona, OJK: Hentikan Sementara

- 6 April 2020, 14:21 WIB
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK).* /Yulistyne Kasumaningrum/PR

PIKIRAN RAKYAT - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia telah mengeluarkan kebijakan untuk meringankan kredit bagi nasabah, hal ini sebagai bentuk kepedulian atas penyebaran virus corona atau COVID-19.

Namun, masih banyak masyarakat yang mengeluhkan didatangi oleh debt collector atau penagih utang untuk menagih pembiayaan cicilan terutana dari perusahaan pembiayaan atau leasing.

Juru Bicara OJK, Sekar Putih Djarot buka suara atas keluhan masyarakat yang diterima melalui email atau telepon call center OJK.

Baca Juga: Wakil Menteri BUMN Minta Bantuan Ventilator ke Elon Musk

Oleh karena itu, OJK pun menegaskan dan meminta kerja sama antara nasabah dengan bank atau perusahaan pembiayaan guna melancarkan kebijakan terkait relaksasi kredit terkait wabah virus corona.

Pertama, keringanan cicilan pembayaran kredit atau leasing tidak dilakukan secara otomatis. OJK meminta nasabah untuk tetap mengajukan permohonan kepada bank atau leasing.

Kedua, bank atau leasing wajib melakukan asesmen dalam rangka memberikan keringanan kepada nasabah.

Baca Juga: Riza Patria Terpilih Jadi Wakil Gubernur DKI Jakarta Pendamping Anies Baswedan

Ketiga, keringanan cicilan pembayaran kredit dapat diberikan dalam jangka paling lama sampai satu tahun.

Halaman:

Editor: Agil Hari Santoso


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X