Kebijakan Work From Home Diterapkan, Transaksi Non-Tunai Meningkat 129 Persen

- 3 April 2020, 17:57 WIB
ILUSTRASI transaksi digital.* /YULISTYNE KASUMANINGRUM/"PR"

PIKIRAN RAKYAT - Seiring diterapkannya work from home (WFH) untuk mengurangi aktivitas di luar rumah untuk mengurangi potensi penyebaran virus Corona, transaksi non-tunai meningkatkan. Youtap Indonesia, perusahaan teknologi digital yang memfokuskan layanannya untuk membantu kebutuhan pelaku usaha mencatat penggunaan alat pembayaran non-tunai meningkat 129 persen, dari 16 Maret hingga 22 Maret 2020. 

CEO Youtap Indonesia, Herman Surharto mengatakan, setelah pemerintah mengumumkan kasus positif Covid-19 pertama di Indonesia dan mengeluarkan himbauan untuk mengurangi aktifitas di luar rumah, tren transaksi non-tunai pada merchant perusahaannya menunjukkan kenaikan. Dari total merchant yang tetap aktif beroperasi, 65 persen diantaranya sudah tidak menerima pembayaran tunai dan beralih ke sistem pembayaran non-tunai.

Baca Juga: Yogyakarta Kekurangan Kamar Berfasilitas Ventilator di Rumah Sakit Rujukan COVID-19

"Penggunaan pembayaran non-tunai menjadi salah satu opsi bagi masyarakat saat terjadi penyebaran virus pandemi seperti sekarang ini. Selain faktor kepraktisan dan kenyamanan, transaksi melalui alat pembayaran non-tunai dipercaya dapat meminimalkan kontak dengan uang kertas yang telah berpindah-pindah tangan dan tidak diketahui kebersihannya," katanya melalui keterangan pers, Jumat , 4 April 2020.

Selain tren transaksi non-tunai yang naik, data juga mencatat terjadinya perubahan kebiasaan konsumen dalam berbelanja. Sebelum pandemi Covid-19, transaksi paling banyak terjadi pada jam makan siang, sekitar pukul 12.00 dan jam pulang kantor sekitar 17.00.

Baca Juga: Sebarkan Semangat Positif dan Optimis, Bank Mandiri Syariah Gelar Doa Bersama Cara Online

"Sedangkan setelah pengumuman kasus positif, 42 persen konsumen lebih memilih untuk menghindari jam-jam ramai tersebut dan mulai berbelanja pada jam-jam yang biasanya sepi, seperti jam 15.00," ujarnya.

Dalam kondisi pandemi ini, lanjut Herman, Youtap Indonesia juga tetap mengedepankan komitmennya untuk menjadi teman dagang serba bisa untuk merchant . Hal itu dengan melakukan edukasi untuk tetap bisa bertahan di masa pandemi ini dengan mengedepankan cara berjualan yang bersih, sehat, dan aman. 

Baca Juga: Jalani Tes Swab Kedua usai 14 Hari Isolasi, Bima Arya Kirim Pesan Kepada Wakilnya

“Kami membantu mengedukasi mereka dengan memberikan informasi cara berdagang yang menerapkan anjuran pemerintah. Seperti cara melakukan social distancing pada saat berjualan, menjaga lingkungan toko tetap bersih dengan cairan desinfektan, mendorong mereka untuk rajin mencuci tangan dan menganjurkan mereka untuk melakukan transaksi non-tunai yang lebih bersih dan aman," katanya.

Lebih lanjut Herman memaparkan, data yang dimiliki juga menunjukkan adanya penurunan aktivitas merchant yang cukup signifikan. Terutama bagi merchant yang bergerak di bidang jasa seperti laundry, bengkel, toko baju, dan rumah makan. Hal ini dikarenakan masyarakat cenderung membatasi aktifitas di luar rumah selama pandemi Covid-19 berlangsung.

Baca Juga: Bank Siapkan Layanan untuk Nasabah Korporasi, Rusly : Cukup dari Rumah Saja Transaksinya

“Kendati terjadi penurunan jumlah merchant yang menggunakan platform Youtap pada minggu pertama pandemi Covid-19, secara keseluruhan traffic/tingkat transaksi hanya turun 9 persen. Artinya, kebiasaan berbelanja pelanggan merchant Youtap tidak mengalami banyak perubahan. Pasalnya, kami menemukan merchant yang tetap beroperasi, malah mengalami kenaikan jumlah transaksi dua kali lipat dari biasanya.” katanya. ***

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X