Senin, 25 Mei 2020

Hampir 80 Persen Perjalanan Kereta Api Argo Cheribon Disetop

- 31 Maret 2020, 17:46 WIB
ILUSTRASI Kereta Api.* /EVIYANTI

PIKIRAN RAKYAT – Hampir 80 persen perjalanan kereta api Argo Cheribon yang menuju Jakarta, mulai 1 April sampai 1 Mei, dihentikan sementara.

Dari semula 19 kali perjalanan per hari, mulai 1 April tinggal tersisa empat perjalanan dalam sehari.

Keputusan tersebut diambil menyikapi terus meningkatnya penyebaran virus Covid-19 di tanah air.

Baca Juga: BERITA BAIK, Sudah Ada 81 Pasien Sembuh di Indonesia per Selasa, 31 Maret 2020

Kebijakan pengurangan perjalanan KA serta kondisi pandemik corona yang terjadi saat ini, juga menyebabkan pembatalan sejumlah tiket KA.

Secara total terhitung sejak tanggal 1 Maret hingga 29 Maret 2020, di wilayah Daop 3 Cirebon ada sebanyak 13.854 pembatalan tiket KA untuk keberangkatan sampai dengan 90 hari ke depan baik melalui loket stasiun dan jalur online.

Manager Humasda PT KAI Daop 3 Cirebon, Luqman Arif mengungkapkan, terus meningkatnya penyebaran virus Covid-19 di tanah air, membuat PT Kereta Api Indonesia (Persero) kembali mengambil kebijakan melakukan pembatalan perjalanan KA dalam upaya memutus rantai penyebaran COVID-19 atau virus Corona. 

Baca Juga: 3 Kebijakan Utama Jokowi Soal PSBB Virus Corona, Kesehatan hingga Jaring Pengaman Sosial

"Hal ini pun sesuai dengan arahan pemerintah, dimana masyarakat diminta mengurangi mobilitasnya di luar rumah," katanya.

Khusus di Daop 3 Cirebon, lanjutnya,  terdapat 15 perjalanan KA Argo Cheribon yang dibatalkan pada tahap kedua ini, dengan kurun waktu 1 April sampai dengan 1 Mei 2020. 

Menurutnya, masyarakat tetap bisa memanfaatkan perjalanan KA Argo Cheribon lainnya yang masih tersedia. 

Baca Juga: Buka Donasi Hadapi COVID-19, Nycta Gina: Sedih Lihat Banyak Teman Tumbang, APD Tak Memadai

"Masih ada 4 perjalanan KA Argo Cheribon yang beroperasi dari normalnya sebanyak 19 perjalanan tiap hari," ujarnya.

Meski terdapat beberapa pengurangan jadwal, Daop 3 Cirebon memastikan bahwa jarak antar penumpang di kereta, tetap akan diterapkan melalui pengaturan oleh kondektur yang berdinas.

“Saat ini volume penumpang juga tidak sepadat seperti saat kondisi normal. Sangat jauh menurun. Untuk stasiun keberangkatan di area Daop 3 Cirebon rata-rata terdapat penurunan volume hingga 47 persen," katanya.

Baca Juga: Jiwasraya Mulai Bayar Polis 15.000 Nasabah

Saat ini, katanya, rata-rata harian selama kurun waktu 16 hari terakhir ini, volume penumpang dari stasiun keberangkatan di wilayah Daop 3 Cirebon, mengalami penurunan sampai 47%, dibanding hari normal.

"Sebelumnya volume penumpang sekitar 5.838 orang per hari, saat ini hanya 3.089 orang per hari," ungkapnya.

Penurunan tertinggi terjadi di Stasiun Cirebon dengan prosentase penurunan sebesar 57%, disusul Stasiun Ciledug 51%, Jatibarang 44%, dan Stasiun Cirebon Prujakan turun sebesar 40%.

Baca Juga: Pasien Covid-19 Meninggal, Jenazah Sempat Ditolak Warga di 3 Pemakaman

Menurut Luqman, bagi calon penumpang yang terdampak pembatalan KA pada kurun waktu tersebut, dapat mengajukan pengembalian bea tiket secara penuh 100% di luar bea pesan. 

"Kali ini PT KAI tidak mengalihkan penumpang yang jadwalnya batal ke perjalanan KA lainnya, namun penumpang dapat melakukan pembelian tiket dengan jadwal KA yang lain secara mandiri," jelasnya.

Sebelum jadwal pembatalan diberlakukan, tentunya seluruh calon penumpang yang sudah membeli tiket pada jadwal KA yang dibatalkan tersebut, sudah diberikan informasi terlebih dahulu melalui layanan informasi pelanggan. 

Baca Juga: Terjun di Pasar SUV 7 Seater, Simak Keunggulan DFSK Glory i-Auto

"Kami mohon maaf kepada para pelanggan KA atas dibatalkannya sejumlah perjalanan KA tersebut. Semoga pandemi ini segera membaik dan perjalanan KA akan kembali normal seperti sedia kala,” tutur Luqman.

Luqman meminta masyarakat yang akan melakukan pembatalan tiket KA, dapat melakukan secara online menggunakan aplikasi KAI Access yang ada pada smartphone. 

“Untuk mempermudah pembatalan tiket KA, kami sarankan masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas yang ada pada aplikasi KAI Access. Karena lebih mudah dan tidak perlu datang ke loket stasiun. Beli tiket dimanapun, misalkan pembelian melalui stasiun atau channel penjualan resmi lainnya, calon penumpang tetap bisa melakukan pembatalan di aplikasi KAI Access,” pesannya.***

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X