Jumat, 5 Juni 2020

Kebutuhan APD Terus Meningkat, Kemenperin Optimalisasi Produktivitas Industri Tekstil

- 31 Maret 2020, 15:51 WIB
ILUSTRASI petugas medis mengenakan alat pelindung diri (APD) dalam menangani pasien virus corona di ruang isolasi.* /REUTERS

PIKIRAN RAKYAT - Kementerian Perindustrian fokus mendorong optimalisasi produktivitas industri alat pelindung diri (APD). Langkah tersebut sebagai upaya penanganan pandemi Covid-19 di dalam negeri, seiring meningkatnya kebutuhan APD di domestik terutama untuk memenuhi permintaan tenaga medis.

Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kemenperin, Muhammad Khayam mengatakan, dalam kondisi normal atau saat belum adanya wabah Covid-19, industri APD dalam negeri memproduksi sebanyak 1 juta unit per bulan. Namun, pada saat ini kebutuhan APD terus meningkat. 

“Produsen APD tengah menghitung kemampuan produksinya hingga 6-8 bulan mendatang. Perhitungan ini akan disesuaikan dengan jadwal distribusi ke setiap pengguna, seperti rumah sakit yang memang sangat memerlukan,” kata Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kemenperin, Muhammad Khayam melalui pers rilis, Selasa, 31 Maret 2020.

Baca Juga: Dirawat di Wisma Atlet, Andrea Dian Bagikan Kondisi Ruang Isolasinya

Merujuk terus meningkatnya kebutuhan APD tersebut, Muhammad Khayam mengatakan, pihaknya mendorong para pelaku industri tekstil agar ikut berperan untuk memproduksi APD. Diharapkan dengan keterlibatan industri tekstil, kapasitas produksi APD tanah air bisa mencapai 17 juta unit per bulan. 

“Kami proyeksi, hingga bulan Mei 2020, kebutuhan APD dalam negeri sekitar 3-5 juta unit. Kami mengapresiasi kepada pelaku industri tekstil di tanah air yang turut berpartisipasi tersebut. Hal ini diharapkan dapat mendorong kinerja industri tekstil dalam negeri di tengah tekanan kondisi ekonomi global,” katanya.  

Baca Juga: Gandeng Stand Here Alone, Rocket Rockers Rilis Single Maha Benar

Saat ini, Indonesia memiliki 28 produsen APD dengan total kapasitas produksi hingga 17,8 juta unit per bulan. Dari 28 produsen APD tersebut, lima perusahaan sedang menggenjot produksinya, sedangkan sisanya dalam persiapan dan ditargetkan mulai awal April 2020.

“Kami optimistis produksi APD bisa cepat diproduksi, karena kebutuhan bahan baku sudah tersedia. Pada akhir April 2020, diperkiraan 5-10 juta APD bisa didistribusikan,” katanya.

APD yang sedang dibutuhkan meliputi pakaian, tutup kepala, masker, handuk, sarung tangan, pelindung kaki, pelindung tangan dan kacamata pelindung wajah (goggles). Dalam upaya memasok kebutuhan APD ini, Kemenperin terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Kesehatan.

Baca Juga: Yakini Sinar Matahari Membunuh Virus, Warga Ramai-ramai Berjemur dengan Jaga Jarak

Diversifikasi produk

Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin Elis Masitoh menjelaskan, penambahan produksi APD di dalam negeri berasal dari sejumlah perusahaan eksisting yang mendiversifikasi produknya, termasuk di sektor industri tekstil. “Kami berharap, produsen ini akan mampu memenuhi produksi 16-17 juta unit APD per bulan dan untuk baju medis atau surgical gown sebesar 508.800 paket per bulan,” katanya. 

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X