Kamis, 28 Mei 2020

Antisipasi Imbas Pandemi Covid-19, Perusahaan PTP Lending Sesuaikan Algoritma AI

- 29 Maret 2020, 16:01 WIB
ILUSTRASI fintech.* /DOK. PIKIRAN RAKYAT

PIKIRAN RAKYAT - Penyelenggara fintech lending (P2P lending) berupaya melakukan penyesuaian pada algoritma dari Artificial Intelligence. Langkah penyesuaian tersebut sebagai memperkuat mitigasi untuk meminimalisir resiko yang timbul sebagai imbas dari pandemi Covid-19.

Chief Commercial Officer Crowdo Indonesia Ikram Jeihan mengatakan, dampak Covid-19  semakin meluas dan bervariasi pada banyak sektor bisnis. Tak terlepas bisnis Peer to Peer Lending

Baca Juga: Guru Besar FKM UI: Uang Tunai Sering Dilupakan Jadi Sumber Penularan Corona

Tantangan yang dihadapi bisnis ini, diantaranya adanya perubahan standar operasional pada aktifitas pendistribusian barang serta adanya pelemahan permintaan. Kondisi tersebut mempengaruhi bisnis Peer to Peer Lending yang berhubungan langsung dengan perusahaan -perusahaan yang terdampak kondisi ini. 

"Saat ini belum ada dampak signifikan terhadap bisnis Crowdo, pembayaran kewajiban borrower kami masih sesuai jadwal jatuh tempo yang ditetapkan. Namun, kami telah mengantisipasi potensi risiko yang akan terjadi. Tim kami telah merumuskan beberapa strategi bisnis yang telah disesuaikan dengan kondisi saat ini agar layanan kepada pihak terkait tetap optimal,” katanya melalui keterangan pers, belum lama ini. 

Baca Juga: Tak Ada Jaminan di Tengah Wabah Corona, Asosiasi Pemain Liga Inggris Menolak Bermain

Untuk mengantisipasi dampak buruk Covid-19 pada bisnis P2P, Ikram mengatakan, perusahaannya melakukan mitigasi risiko terhadap kondisi bisnis saat ini. Salah satunya dengan cara melakukan penyesuaian algoritma Artificial Intelligence, sehingga para lender mendapatkan informasi yang komprehensif sebelum memutuskan untuk mendanai di platform Crowdo.

“Ada beberapa penyesuaian algoritma pada bisnis yang terdampak di sistem Artificial Intelligence kami. Ini bentuk komitmen kami di tengah pandemi Covid-19 agar para calon lender mendapatkan info terkini dan juga komprehensif sebelum memutuskan,” katanya.

Baca Juga: Sharing Vision: Siklus Covid-19 Bisa Berakhir Awal Mei 2020, Inilah Syaratnya

Ia menambahkan, di tengah pandemi Covid-19, keselamatan dan kesehatan pegawai  menjadi sorotan utama agar layanan tetap berjalan dengan baik. Oleh karena itu keunggulan  dalam segi teknologi menjadi kunci.

“Bisnis akan berjalan seperti biasa dengan mengoptimalkan teknologi yang ada, sehingga layanan kami kepada Lender dan Borrower tetap terjaga," katanya. ***

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X