Rabu, 3 Juni 2020

Djoko : Anggaran Mudik Gratis Bisa Dialihkan Menjadi Voucher Bantuan Sembako Lebaran

- 27 Maret 2020, 17:52 WIB
ILUSTRASI mudik gratis.*/DOK. KABAR BANTEN /null

PIKIRAN RAKYAT - Pengamat Transportasi sekaligus Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia, Djoko Setijowarno mengatakan, keputusan larangan mudik dari pemerintah sangat dinanti untuk menahan laju penyebaran Covid-19.

Pemerintah bekerja sama dengan BUMN dan swasta, bisa mengalihkan anggaran program mudik gratis untuk voucher kompensasi bagi pekerja informal, sehingga bisa tetap tinggal di daerah perantauan.

Menurut Djoko, merebaknya wabah virus Corona di Jakarta dan sekitarnya telah menyebabkan gelombang eksodus pulang kampung sebelum mudik lebaran sudah berlangsung lebih cepat. Hal ini disebabkan, karena menurunnya aktivitas ekonomi di Jakarta dan sekitarnya menjadi fenomena yang tidak bisa dihindarkan. 

Baca Juga: Pandemi Virus Corona, 25 Dokter Baru Disumpah dan Dilantik secara Online

Dia mengatakan, keputusan perantau yang bermukim di Jabodetabek untuk pulang ke kampung halaman dilatabelakangi oleh tidak adanya jaminan hidup diperantauan. Dengan demikian, pulang kampung adalah hal yang logis karena tuntuan biaya hidup cukup tinggi di ibukota. 

"Secara alamiah ini akan terjadi karena pekerja di sektor informal tidak lagi memiliki pekerjaan. Sementara masyarakat harus tetap mengeluarkan biaya hidup sehari-hari yang cukup besar," ujar Djoko melalui pesan tertulis, Jumat 27 Maret 2020.

Baca Juga: Honda Persiapkan New CBR 250 RR 2020, Akan Bersaing dengan Kawasaki ZX-25R

Di sisi lain, menurut Djoko, menjadi hal yang wajar jika operator transportasi umum tetap melayani masyarakat ketika tidak ada larangan dari pemerintah untuk menghentikan operasionalnya. Namun fenomena itu berpotensi besar untuk memperluas penyebaran Covid 19. Penularan virus tidak hanya terjadi di kampung halaman namun juga dalam perjalanan. 

"Kabar terkini, satu pasien positif Corona yang saat ini dirawat di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri diketahui merupakan sopir bus jurusan Wonogiri-Bogor," ujarnya.

Baca Juga: Liga Inggris kembali Dihentikan, Tak Ada Promosi dan Degradasi?

Djoko mengatakan, larangan mudik dari pemerintah dapat menimalisir penyebaran Covid-19. Namun, pemerintah perlu menyiapkan kompensasi bagi pekerja informal tersebut agar bisa bertahan hidup di kota perantauan. Salah satunya dengan mengalihkan dana program mudik gratis menjadi voucher bantuan sembako lebaran. Voucher ini bisa diprioritaskan pada masyarakat yang mengikuti program mudik gratis tahun lalu.

"Data pemudik gratis itu masih ada dan bisa digunakan untuk pemberian bantuan itu. Pemerintah dapat bekerjasama dengan pengusaha mini market, sehingga voucher tersebut mudah ditukarkan ke mini market terdekat," ujarnya.

Baca Juga: Takut Virus Corona, 30 Warga Tewas Mengenaskan Setelah Ramai-ramai Minum Alkohol Murni

Di saat Lebaran, kata Djoko, masyarakat masih bisa melakukan video call dengan keluarga dan kerabat di kampung halaman. "Pemerintah dapat memberikan keringanan biaya penggunaan telpon seluler tersebut," ujarnya.

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X