Tarif Cukai Sudah Ada, Tembakau Alternatif dan Rokok Elektrik Butuh Regulasi Produk

- 26 Maret 2020, 19:37 WIB
ILUSTRASI produk tembakau alternatif atau vape.* /REUTERS

Ketiadaan regulasi ini dikhawatirkan dapat merugikan banyak pihak, terutama perokok dewasa dan masyarakat umum.

 Baca Juga: RS Darurat Pasien Covid-19 Disiapkan di Kawasan Lapang Tembak Gunung Bohong Cimahi

Saat ini regulasi terkait produk HPTL hanya sebatas mengatur tarif cukai, namun tidak mengatur terkait produknya.

“Kendati sekarang ada regulasi yang mengatur HPTL, namun regulasi ini adalah rezim cukai, bukan mengatur produk HPTLnya. Kebutuhan terhadap regulasi mengatur HPTL tidak lain sebagai sarana perlindungan hukum yang mesti disediakan oleh pemerintah,” ujar Fathudin.

Regulasi tersebut diharapkan meliputi standar produk, batasan penjualan khusus bagi segmen pengguna dewasa berusia 18 tahun ke atas, dan lainnya.

“Penyediaan instrumen kebijakan bertujuan untuk memastikan hak dan kewajiban serta menjamin hak-hak para subjek hukum, dalam konteks ini produsen (industri) dan konsumen,” jelas Fathudin saat dihubungi wartawan.

 Baca Juga: Tidak Dapatkan Prioritas di Rumah Sakit, Perempuan di London Meninggal Diduga Positif COVID-19

Dalam membuat regulasi terkait produk HPTL, pemerintah dapat mencontoh beberapa negara lain yang sudah lebih cekatan.

Salah satunya Selandia Baru yang telah membuat rancangan undang-undang (RUU) amendemen untuk rokok elektronik dan produk bebas asap lainnya, termasuk produk tembakau yang dipanaskan, rokok elektronik atau vape, tembakau yang dikunyah (chewing tobacco), dan tembakau hirup (snuff).

RUU amandemen tersebut dibahas di parlemen sejak awal Maret 2020.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X