Sabtu, 28 Maret 2020

Pandemi Covid-19, Industri Penerbangan Indonesia Terpuruk, Gelombang PHK Menghantui

- 26 Maret 2020, 14:38 WIB
ILUSTRASI maskapai penerbangan.* /DOK. KABAR BANTEN

PIKIRAN RAKYAT -Industri  penerbangan di Tanah Air, saat ini, tengah memasuki masa yang sangat sulit. Untuk menyelamatkan dari kerugian yang lebih besar lagi, maka INACA (Indonesia National Air Carriers Association) mengharapkan keringanan dan insentif dari Pemerintah.

Ketua Umum INACA, Denon Prawiratmadja mengatakan, sebagai dampak dari pandemi Covid-19 atau virus corona yang menyebarluas ke seluruh wilayah Indonesia, maka sejak awal bulan Maret 2020 ini terjadi penurunan jumlah penumpang yang sangat drastis. Untuk ini,  semua maskapai penerbangan sudah mengurangi jumlah penerbangan, baik rute maupun frekuensinya, sampai dengan 50% atau lebih. 

Baca Juga: Sebabkan Kerugian Negara Cukup Besar, Masa Penahanan Tersangka Kasus Suap RTH Bandung Diperpanjang

“Diramalkan, apabila penuntasan pandemi Covid-19 semakin tidak pasti, hal ini akan membuat industri penerbangan semakin terpuruk, bahkan sebagiannya akan tidak beroperasi karena bangkrut," kata Denon dalam siaran persnya, di Jakarta, Kamis 26 Maret 2020. 

Ia juga mengakui, bahwa untuk mengurangi kerugian yang diderita, beberapa waktu belakangan ini, sejumlah maskapai penerbangan telah melakukan langkah antisipasi. Diantaranya dengan memilih opsi tutup operasi dan merumahkan atau melakukan pemutusan hubungan kerja karyawannya, baik bagi pilot, awak kabin, teknisi, dan karyawan pendukung lainnya.

Baca Juga: Nelayan Pangandaran yang Tenggelam Ditemukan Sejauh 7,4 Kilometer

Diakui oleh Denon, untuk menyelamatkan industri penerbangan agar tetap eksis, baik saat ini maupun saat recovery nanti, apabila pandemi Covid-19 sudah tuntas, maka INACA akan meminta sejumlah keringanan maupun insentif kepada Pemerintah.

"Yang kami harapkan adalah penundaan pembayaran PPh, penangguhan bea masuk impor suku cadang, penangguhan biaya bandara dan navigasi yang dikelola BUMN, pemberlakuan diskon biaya bandara yang dikelola Kementerian Perhubungan, dan perpanjangan jangka waktu berlakunya pelatihan simulator maupun pemeriksaan kesehatan bagi awak pesawat,” katanya.

Baca Juga: Puluhan Jemaah Umrah Indonesia Tertahan Akibat Lockdown, Arab Saudi Beri Kelonggaran, Ini Syaratnya

loading...

Sangat Terpuruk

Ia menyadari bahwa wabah covid-19 ini melumpuhkan hampir semua aktifitas perekonomian, namun menurut Denon, industri penerbangan nasional sangat terpuruk dan jika tidak ada respon positif dari pemerintah yang cepat, maka dipastikan akan terjadi tindakan perumahan maupun PHK karyawan sebagai upaya penyelamatan.

"Dampaknya bukan hanya di industri penerbangan itu sendiri tapi juga untuk industri pendukungnya, baik hilir maupun hulu seperti bengkel pesawat, ground handling, dan agen perjalanan yang terlibat. Untuk ini, INACA sangat mengharapkan respon positif dari Pemerintah yang cepat untuk menghindari gelombang perumahan dan PHK yang tidak bisa dihindari tersebut," tutupnya.***

 

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X