Bank Dunia Setujui Pinjamkan 300 Juta Dolar AS ke Indonesia, Kemenkeu Tegaskan 3 Prioritas

- 23 Maret 2020, 15:45 WIB
ILUSTRASI utang luar negeri Indonesia.* /ANTARA

PIKIRAN RAKYAT – Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyetujui pinjamkan sebesar 300 juta dolar AS ke Indonesia.

Dengan menerima pinjaman itu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan, ada tiga prioritas anggaran dalam penggunaanya.

Country Director Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Satu Kahkonen mengatakan, pemerintah tetap harus melindungi masyarakat yang belum mencapai keamanan finansial kelas menengah.

Baca Juga: 575 Anggota DPR-RI Beserta Keluarganya Akan Jalani Pemeriksaan Virus Corona (Covid-19)

Meski katanya, fundamental makroekonomi Indonesia masih kuat dengan tingkat kemiskinan hanya satu digit.

“Sektor keuangan yang sehat dan baik sangat penting untuk mempertahankan pertumbuhan Indonesia serta mencapai sasaran pertumbuhan ekonomi pemerintah dan pengentasan kemiskinan terutama di tengah kondisi global yang terus menantang,” ujarnya, seperti dilansir Antara, Selasa, 23 Maret 2020. 

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan, pinjaman akan digunakan untuk mendukung kebijakan pembangunan.

loading...

Baca Juga: Imbas Virus Corona, Rupiah Melemah hingga Nyaris Dekati Rp 17.000 per Dolar AS

Yang penyalurannya melalui bantuan anggaran bagi agenda reformasi Indonesia di tiga prioritas bidang kebijakan utama.

Pertama, adalah menambah ukuran sektor keuangan dengan memperluas jangkauan dan produk pasar keuangan serta memobilisasi tabungan jangka panjang sehingga akan meningkatkan ketersediaan dana dan akses bagi individu dan perusahaan.

Kedua, meningkatkan efisiensi sektor keuangan dengan praktik yang lebih transparan, andal, dan berbasis teknologi sehingga menguntungkan individu maupun perusahaan dengan menyalurkan tabungan untuk peluang investasi paling produktif dengan cara lebih murah, cepat, dan aman.

Baca Juga: Lumpuh karena Corona, Bupati Pangandaran: Para Pelaku Usaha Wisata Mohon Bersabar

Ketiga, yakni menahan guncangan sektor keuangan dengan memperkuat kerangka kerja resolusi, mempromosikan praktik keuangan berkelanjutan, dan membangun mekanisme keuangan risiko bencana sehingga mampu melindungi masyarakat maupun aset Indonesia.

Luky mengatakan pemerintah telah mengambil langkah penting untuk memperkuat sektor keuangan khususnya pengawasan keuangan dan pengelolaannya di masa krisis.

“Sekarang percepatan reformasi untuk meningkatkan efisiensi dan inklusi tanpa mengabaikan stabilitas diperlukan untuk membiayai kurangnya infrastruktur dan memperluas peluang ekonomi bagi individu dan usaha di Indonesia,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Senin.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X