Sabtu, 30 Mei 2020

PT. Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Tingkatkan Pengawasan Kesehatan Penumpang, Antisipasi Penyebaran Covid-19

- 22 Maret 2020, 11:54 WIB
KAPAL Motor Penumpang (KMP) Ferry saat beroperasi di Selat Bali, Banyuwangi, Jawa Timur. */ANTARA /null

angkutan PIKIRAN RAKYAT - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang transportasi laut,  terus melakukan pemeriksaan suhu tubuh bagi seluruh penumpang yang akan melakukan perjalanan. Hal itu sebagai bentuk antisipasi penyebaran virus corona (Covid-19) di atas kapal.

Pelni saat ini mengoperasikan 26 kapal penumpang, menyinggahi 83 pelabuhan, dan melayani 1.100 ruas. Di wilayah timur Indonesia, Pelni mengoperasikan 11 kapal terdiri dari 1 kapal tipe 3.000 pax (KM. Labobar), 6 kapal tipe 2.000 pax (KM. Ciremai, KM. Dobonsolo, KM. Nggapulu, KM. Gunung Dempo, KM. Sinabung, KM. Tidar), 3 kapal tipe 1.000 pax (KM. Tatamailau, KM. Sirimau, KM. Leuser) dan 1 kapal tipe 500 pax (KM. Sangiang).

Baca Juga: Ilmuwan Sebut 5 Obat Ini Berpotensi Efektif Lawan Virus Corona, Biasa Digunakan untuk Malaria hingga HIV

Selain mengoperasikan 26 kapal penumpang dan menyinggahi 83 pelabuhan serta melayani 1.100 ruas, Pelni juga melayani 45 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di daerah T3P, dimana kapal perintis menyinggahi 275 pelabuhan dengan 3.739 ruas

"Aspek kesehatan, keselamatan dan kenyamanan penumpang merupakan prioritas utama kami. Sehingga pada kondisi saat ini, kami terus berperan secara aktif dalam meningkatkan pengawasan kesehatan penumpang," kata Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni , Yahya Kuncoro dalam siaran pers di Jakarta, Minggu, 22 Maret 2020.

Dalam kaitan itu, ujar Yahya, seluruh karyawan Pelni, baik di kantor pusat, kantor cabang, nakhoda, dan anak buah kapal (ABK) telah diedukasi melalui kegiatan sosialisasi terkait penanganan dan tatalaksana Covid-19, serta telah dibekali alat-alat untuk menunjang hal tersebut. 

Baca Juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Rumah Sakit dan Puskesmas di Sukabumi Disemprot Disinfektan dan Kursi Berselang

Dikatakannya, pemeriksaan kesehatan penumpang tidak hanya dilakukan pada saat penumpang akan naik ke atas kapal, tetapi juga saat berada di dalam terminal. Sehingga, para penumpang telah melalui berbagai prosedur pemeriksaan kesehatan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Seluruh petugas, ujarnya, telah diinstruksikan untuk melakukan pengecekan suhu tubuh dengan menggunakan thermogun kepada seluruh penumpang yang akan melakukan perjalanan.

"Seluruh kapal kami menjalankan SOP (Standard Operation Procedure) yang telah ditetapkan perusahaan, salah satunya penumpang yang memiliki suhu tubuh di atas ketentuan segera dilaporkan kepada KKP setempat untuk pemeriksaan lebih lanjut serta tidak diperkenankan untuk naik ke atas kapal. Sedangkan untuk penumpang yang sakit saat perjalanan akan diturunkan di pelabuhan, selanjutnya untuk pemeriksaan lebih lanjut," tegasnya.

Baca Juga: Ashanty Tunjukkan Cincin Pemberian dari Bung Karno, Kisaran Harganya Capai Miliaran Rupiah

Oleh karena itu, Yahya mengingatkan kepada seluruh calon penumpang, untuk benar-benar memastikan kondisi kesehatan sebelum membeli tiket dan segera melaporkan kondisi kesehatan, jika saat perjalanan merasa kurang sehat. Seluruh kapal Pelni telah dilengkapi poliklinik yang dapat dikunjungi oleh penumpang selama 24 jam. 

Selain pemeriksaan tubuh, juga dilakukan penyemprotan disinfektan pada seluruh kapalnya saat di awal dan diakhir pelayaraan. Dan, juga menerapkan social distancing bagi para penumpang dengan mengatur jarak antar penumpang sejauh satu meter. 

Baca Juga: Gara-gara Virus Corona, Sirkuit Silverstone Pertimbangkan Opsi Refund Tiket MotoGP 2020

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X