Minggu, 29 Maret 2020

Temuan Fintech Ilegal Januari-Maret 2020 Mencapai 508 Entitas

- 16 Maret 2020, 15:32 WIB
WARGA membuka aplikasi pinjaman online atau fintech lending, di Jalan Sadakeling, Kota Bandung, Senin, 20 Januari 2020.* /ADE BAYU INDRA/PR

PIKIRAN RAKYAT – Satgas Waspada Investasi (SWI) kebali menemukan fintech peer to peer lending, entitas investasi, dan gadai swasta tanpa izin, yang masih banyak beroperasi dan bisa merugikan masyarakat.

Tercatat hingga pertengahan Maret ada 388 entitas fintech peer to peer lending ilegal. 

Sebelumnya di Januari 2020 SWI menemukan 120 entitas yang melakukan kegiatan fintech  peer to peer lending ilegal yang tidak terdaftar di OJK.

Baca Juga: Kabar Cristiano Ronaldo Menyulap Hotelnya Jadi Rumah Sakit Corona Ternyata Hoaks

Sehingga total sejak Januari 2020 sampai Maret 2020 fintech lending ilegal yang ditemukan mencapai 508 entitas.

“Total fintech lending ilegal yang telah ditangani SWI sejak 2018 sampai Maret 2020 sebanyak 2.406 entitas,” Ketua SWI Tongam L Tobing, melalui siaran pers, akhir pekan lalu.

loading...

Tongam menegaskan pihaknya tidak akan kendur untuk terus mensosialisasikan kepada masyarakat untuk selalu waspada sebelum menggunakan fintech lending, mengikuti penawaran investasi dan memanfaatkan usaha gadai swasta untuk melindungi masyarakat. 

Baca Juga: Empat Arah Kebijakan Pembangunan Nasional di Kawasan Perbatasan Tahun 2020

Ia juga meminta kepada masyarakat untuk terlebih dahulu memeriksa legalitas izin atau tanda terdaftar perusahaan fintech peer to peer lending, entitas penawar investasi dan gadai swasta kepada OJK atau otoritas yang terkait.

"Masyarakat sebaiknya menanyakan terlebih dahulu ke Kontak OJK 157 atau WA 081157157157 atau email konsumen@ojk.go.id dan waspadainvestasi@ojk.go.id. Masyarakat juga bisa melihat daftar fintech lending yang terdaftar dan berizin serta daftar perusahaan investasi ilegal di website OJK," kata Tongam.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X