Selasa, 2 Juni 2020

Harga Mulai Merangkak Naik, Akhir Maret, Stok Gula Impor Akan Segera Didistribusikan ke Pasar

- 11 Maret 2020, 16:18 WIB
Ilustrasi Gula Pasir.* /pixabay.com

PIKIRAN RAKYAT - Stok gula impor diperkirakan akan mulai didistribusikan ke pasar pada akhir Maret mendatang. Diharapkan hal itu akan mampu menstabilkan harga komoditas tersebut yang terus merangkak naik.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar Arifin M. Soedjayana mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari pemerintah pusat, bahwa data stok terakhir yang dimiliki Pabrik gula yang berbasis tebu Per 9 Maret 2020 dilaporkan sekitar 150.000 ton. 

Jumlah tersebut tersebar di gudang PG di seluruh Indonesia yang sebagian besar sudah dimiliki pedagang. Namun demikian Satgas Pangan  tegas meminta dalam waktu 2 hari gula tersebut harus segera dikeluarkan dari gudang sebelum dilakukan tindakan lebih lanjut. 

Baca Juga: Pembangunan Infrastruktur Masih Jadi Prioritas Pemkot Cimahi Sampai 2021, Termasuk Stadion Sangkuriang

Dikatakan, menyikapi tingginya harga gula saat ini, Kementerian Perdagangan juga telah mengadakan rapat lanjutan  dengan para perusahaan gula  yang mendapatkan penugasan untuk mengimpor gula dalam rangka stabilisasi harga.

Selain itu juga telah meminta agar importir segera merealisasikan ijin impor dan mengolah nya menjadi GKP untuk segera disalurkan ke pasar tradisional dan khususnya ke ritel modern.  

"Namun demikian mendatangkan raw sugar memerlukan waktu,  maka diperkirakan hasil produksi gula eks impor baru dapat didistribusikan ke pasar pada akhir Maret atau awal April 2020," katanya di Bandung, Rabu, 11 Maret 2020.

Baca Juga: WNA Positif Corona Meninggal Dunia, 26 Pasien Positif COVID-19 Terus Membaik

Ia menambahkan, Menko Perekonomian juga telah memanggil menteri terkait pada Jumat 6 Maret kemarin dan meminta ada tambahan pasokan impor untuk gula. Rapat telah menyepakati akan ada tambahan pasokan impor sebelum Juni 2020. 

Dewan Penasihat Pedagang Komoditi Agro Kabupaten Cirebon Surnita Sandi Wiranata mengatakan, terbatasnya stok gula saat ini dikarenakan jumlah pasokan dan petani tebu semakin turun. Hal itu dikarenakan tebu sudah tidak lagi menarik bagi petani, karena harganya tidak sebanding dengan jerih payah yang dikeluarkan.

Baca Juga: Bus Khusus Layani Rute Dipatiukur-Jatinangor Ramah Lingkungan, Disabilitas, Lansia, Ibu Hamil, dan Anak - anak

Ia mencontohkan salah satu pabrik tebu di Jabar saat ini tengah dibekukan, karena kurangnya suplai bahan baku. Saat ini pasokan tebu dari petani sudah sangat jarang

"Harus ada upaya untuk mendorong lagi petani untuk menanam tebu. Perlu ada insentif dan inovasi untuk petani tebu agar kembali bergairah untuk menanam tanaman ini," ujarnya. ***

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X