Asian Development Bank (ADB) Paparkan Perkiraan Kerugian Ekonomi Akibat Corona

- 6 Maret 2020, 17:34 WIB
ILUSTRASI uang. //pexels/Alexander Mils

PIKIRAN RAKYAT - Asian Development Bank (ADB) memprediksi kerugian ekonomi akibat Corona berkisar antara 77 miliar Dolar AS hingga 347 miliar Dolar AS, atau 0,1% hingga 0,4% dari produk domestik bruto global (PDB).

Kepala Ekonom ADB Yasuyuki Sawada nengatakan, wabah novel corona virus (Covid-19) yang sedang berlangsung akan memiliki dampak signifikan pada pengembangan ekonomi Asia.

Hal itu diantaranya penurunan tajam dalam permintaan domestik, pariwisata yang lebih rendah dan perjalanan bisnis, hubungan perdagangan dan produksi, gangguan pasokan, dan efek kesehatan.

Baca Juga: Pemerintah Indonesia Nyatakan Dua Lagi WNI Positif Virus Corona

"Besarnya kerugian ekonomi akan tergantung pada bagaimana wabah berkembang, yang masih sangat tidak pasti.  Rentang skenario yang dieksplorasi dalam analisis menunjukkan dampak global dalam kisaran  77 miliar Dolar AS hingga 347 miliar Dolar AS, atau 0,1% hingga 0,4% dari produk domestik bruto global (PDB)," ujar dia dalam siaran persnya, Jumat 6 Maret 2020.

ADB mempersiapkan beberapa skenario dampak Corona terhadap ekonomi Asia. Dalam skenario moderat, perilaku pencegahan dan pembatasan seperti larangan bepergian mulai berkurang 3 bulan setelah wabah semakin intensif dan pembatasan diberlakukan pada akhir Januari. 

Baca Juga: Pencarian Dihentikan Usai Seminggu Tak Berbuah Hasil, Jasad Korban Longsor Belum Ditemukan

Pada skenario moderat tersebut, kerugian global dapat mencapai 156 miliar Dolar AS, atau 0,2% dari PDB global.  Republik Rakyat Tiongkok akan menyumbang 103 miliar Dolar AS dari kerugian itu, atau 0,8% dari PDB-nya.  Sisanya ditanggung oleh negara berkembang Asia yang akan kehilangan 22 miliar Dolar AS atau 0,2% dari PDB.

“Ada banyak ketidakpastian tentang Covid-19, termasuk dampak ekonominya. Ini membutuhkan penggunaan beberapa skenario untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang potensi kerugian.  Kami berharap analisis ini dapat mendukung pemerintah saat mereka mempersiapkan tanggapan yang jelas dan tegas untuk mengurangi dampak manusia dan ekonomi dari wabah ini," kata Yasuyuki.

Baca Juga: Cadangan Devisa Turun, Perry : Indonesia Berpotensi Kehilangan Devisa 2,7 Miliar Dolar AS, Akibat Virus Corona

Dia mengatakan, respons ADB terhadap Covid-19 hingga saat ini mencakup  2 juta Dolar AS yang diumumkan pada tanggal 7 Februari untuk meningkatkan deteksi, pencegahan, dan tanggapan di Tiongkok dan Subregion Mekong Besar. Dana sebesar 2 juta Dolar AS dialirkan tanggal 26 Februari untuk mendukung respons di semua anggota yang sedang berkembang.

"Terdapat juga pinjaman sektor swasta CNY130 juta ( 18,6 juta Dolar AS), kepada distributor farmasi berbasis PRC, Jointown Pharmaceutical Group Co. Ltd. untuk mendukung pasokan obat-obatan penting dan peralatan pelindung diri yang berkelanjutan. Pinjaman itu ditandatangani pada tanggal 25 Februari," ujarnya.

Baca Juga: Mantan Staf Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto Segera Disidang Buntut Kasus KPU

Yasuyuki mengatakan, ADB siap untuk memberikan dukungan lebih lanjut kepada para anggotanya yang sedang berkembang dalam upaya mereka untuk menanggapi dampak buruk Covid-19. 

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X