Masker dan Hand Sanitizer Masih Tersedia di Kimia Farma, Erick : Harganya Tidak Naik, Rp 2.000 untuk Masker

- 4 Maret 2020, 14:32 WIB
ILUSTRASI masker. //pexels/Anna Shvets

PIKIRAN RAKYAT - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir memastikan, masker di Kimia Farma tersedia dengan harga jual Rp 2.000/pcs.  Kimia Farma juga akan mengimpor masker dari Eropa, jika stok masker mulai menipis.

Erick mengatakan, Kimia Farma memiliki 1.300 apotek dan 600 klinik yang tersebar di seluruh Indonesia. "Kimia Farma sudah memgantisipasi penyebaran virus Corona sejak 10 Januari 2020, dengan menyediakan counter pengecekan Corona. Di sini juga tersedia masker antiseptik dan harganya tidak dinaikan. Itulah fungsi BUMN untuk rakyat," ujar dia saat mengunjungi Apotek Kimia Farma di Jakarta, Rabu 4 Maret 2020.

Baca Juga: Hutan Gundul di Majalengka, Lereng Gunung Miring pun Jadi Lahan Tanam Cabai Rawit dan Bawang

Namun, Kimia Farma membatasi penjualan masker hanya dua pcs per transaksi. Hal ini dilakukan untuk menghindari penimbunan barang. 

Erick mengatakan, bahan masker tersebut sebelumnya didapatkan dari Tiongkok. Namun, jika bahan baku habis, Kimia Farma akan melakukan impor dari Eropa.

Baca Juga: Kecelakaan di Tol Cipali, Satu Tewas dalam Tabrakan Beruntun 4 Kendaraan

"Bahannya dari Eropa sudah ada, namun tentu kualitasnya beda dengan Tiongkok, jadi kemungkinan harga jualnya lebih mahal. Jadi nanti, jika Kimia Farma menjual lebih mahal, jangan digosipkan mengerek harga, melainkan memang kualitasnya berbeda," ujarnya.

Selain masker, stok kebutuhan lainnya seperti sanitizer tangan juga tersedia. Begitu juga dengan suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Baca Juga: Stasiun KAI di Daop 5 Purwokerto Dilengkapi Hand Sanitizer untuk Cegah Wabah Corona

Direktur Utama Biofarma Honesti Basyir mengatakan, saat ini stok masker di Biofarma sekitar 4.000 dus dengan masing-masing berisi 215.000 pcs. Meskipun demikian, saat ini Kimia Farma sudah melakukan pemesanan sebesar 7,2 juta pieces.

Selanjutnya Kimia Farma akan memesan bahan baku masker ke Eropa, iika stok impor dari Tiongkok habis. "Kita tidak ada kesulitan dengan produksi. Kouta juga ada di Korea Selatan, India, dan Eropa, itu sangat cukup," ujar dia. ***

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X