Minggu, 29 Maret 2020

Naikkan Manfaat hingga 1.350%, BP Jamsostek Jamin Tidak Akan Bangkrut

- 2 Maret 2020, 12:54 WIB
Gedung BP Jamsostek. * /Foto: Dok. BP Jamsostek

PIKIRAN RAKYAT - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek berani memastikan bahwa pihaknya tidak akan bangkrut meski menaikkan manfaat untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Bahkan, kenaikan manfaat itu di antaranya hingga 1.350 persen. 

"Saya pastikan BP Jamsostek tidak akan bangkrut. Karena kenaikan manfaat itu sudah melalui hitung-hitungan aktuaria dan dibahas cukup lama, sekitar 1,5 tahun. Lagi pula sebagai badan hukum publik tidak diwajibkan setor deviden ke pemerintah. Sehingga semua keuntungan dikembalilan untuk peserta," ungkap Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum BP Jamsostek Naufal Mahfudz saat acara Sosialisasi Peningkatan Manfaat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2019 (Siapp 82), di Gading Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin 2 Maret 2020.

 Baca Juga: PKS Usulkan 6 Kader untuk Calon Bupati Bandung, Haru: Keputusan Akhir Tetap di Tangan DPP

Sosialisasi Siapp 82 dilakukan di 11 kota besar di Indonesia antara lain Jakarta, Tangerang Selatan, Medan, Bandung, Batam, Denpasar, dan Makassar. 

Hadir pada acara itu Kepala Bidang Pengawas Ketenagakerjaan Dinas Nakertras Provinsi Banten Drs. H. Ubaidillah, MSi, Deputi Direktur Bidang Kepesertaan Korporasi dan Institusi  Zainuddin, Deputi Direktur Wilayah Banten Eko Nugriyanto, serta Asisten Deputi Bidang Kebijakan Program JKK dan JKM Suci Rahmad. 

loading...

Seperti diketahui, peningkatan manfaat JKK dan JKM ini berlaku tanpa adanya kenaikan iuran sebagaimana diatur dalam PP Nomor 82 Tahun 2019 tentang perubahan atas PP Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian yang telah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 2 Desember 2019 silam.

Baca Juga: Kasus Pertama Corona di Indonesia, 2 Warga yang Positif Terjangkit Tinggal di Depok

"Kenaikan manfaat ini sebagai perwujudan hadirnya pemerintah sebagai regulator dalam menjamin kesejahteraan pekerja," ungkap Naufal.

 

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X