Kamis, 2 April 2020

PT Pegadaian Bandung Ditargetkan Mampu Bukukan Outstanding Pembiayaan Rp 5 Triliun, Hingga Penghujung 2020

- 27 Februari 2020, 19:28 WIB
SEMINAR nasional peningkatan kapasitas manajerial kepala sekolah.* /Yulistyne Kasumaningrum/"PR"

PIKIRAN RAKYAT - PT Pegadaian (Persero) Kanwil X Bandung terus meningkatkan kolaborasi program layanan dengan berbagai lembaga. Langkah tersebut, selain untuk mewujudkan inklusi layanan industri keuangan Indonesia di era sharing economy juga untuk mendorong kinerja perseroan.

Pemimpin Wilayah X PT Pegadaian (Persero) Bandung Udin Salahudin menuturkan, hingga penghujung 2020, areanya ditargetkan mampu membukukan outstanding pembiayaan (OSL) senilai Rp 5 triliun. Angka tersebut tumbuh sekitar 35% dibandingkan posisi akhir 2019 yang tercatat Rp 3,7 triliun.

Baca Juga: Pelatih Arsenal Sebut Pierre-Emerick Aubameyang Tak Perlu Trofi untuk Tunjukan Kualitasnya

Dengan berbagai perkembangan yang terjadi tahun 2020, Udin mengakui, target cukup menantang. Kendati demikian, ia optimistis target tersebut bisa dicapai, karena pihaknya telah merencanakan dan mempersiapkan sejumlah strategi.

Salah satunya dengan memperkuat dan meningkatkan kolaborasi program layanan dengan berbagai lembaga. Hingga saat ini, tercatat sudah terdapat 49 lembaga, baik BUMN, swasta, UMKM, dan pemerintah daerah yang telah bekerjasama dengan pihaknya.

Udin menuturkan, berdasarkan hasil analisa yang dilakukan pihaknya, terungkap hingga saat ini masih banyak individu di berbagai lembaga tersebut yang masih kurang pengetahuannya dan belum memahami mengenai pegadaian.

Baca Juga: 1.969 Warga Binaan Raih Remisi di Lapas Cikarang, 38 Langsung Bebas

“Lembaga ini targetnya sangat besar, karena ini merupakan potensi yang tidak tersentuh,” katanya yang ditemui usai Seminar Nasional  “Peningkatan Kapasitas Manajerial Kepala Sekolah” bertema “Menuju Pendidikan Berkualitas Mewujudkan Sumedang Simpati 2023”, Rabu, 26 Februari 2020.

loading...

PT Pegadaian (Persero) menyerahkan bantuan bina lingkungan renovasi bangunan SD Bahagia Kab. Sumedang senilai Rp 20 juta.

Kondisi tersebut menurutnya, terjadi diantaranya karena selama ini Pegadaian lebih fokus membidik masyarakat menengah ke bawah sebagai paham.

Baca Juga: Keberangkatan Ratusan Jemaah Umrah asal Purwakarta Terancam Mundur

Sementara disisi lain, ada sekelompok masyarakat yang sebetulnya potensial, namun belum tergarap secara optimal akibat ketidaktahuan ataupun keengganan untuk hadir ke pegadaian.

Untuk itu, lanjut Udin, pihaknya berupaya untuk meningkatkan strategi kolaborasi antar lembaga yang dilakukan melalui marketing eksekutif.

Baca Juga: Warga Gunungcupu Ciamis Menagih Janji Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X