Selasa, 7 April 2020

Ekonomi Digital Harus Memicu Pemasaran Produk-produk Dalam Negeri

- 27 Februari 2020, 16:43 WIB
ILUSTRASI belanja online. Di era digital, kalangan usaha dan pemasaran dituntut meningkatkan kolaborasi untuk memenangkan persaingan.* /THENATIONAL.AE

PIKIRAN RAKYAT - Indonesia memiliki potensi yang sangat besar akan pemanfaatan dan perkembangan ekonomi digital di masa mendatang.

Berdasarkan laporan Temasek, pada tahun 2025 mendatang, ekonomi digital Indonesia diprediksi menyentuh angka 130 miliar dolar Amerika.

Potensi besar tersebut turut diungkap oleh Presiden Joko Widodo saat memberikan pidato utama dalam acara Indonesia Digital Economy Summit 2020, yang digelar di The Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, pada Kamis, 27 Februari 2020.

Baca Juga: Diduga Bunuh Diri, Seorang Ibu Rumah Tangga Nekat Tabrakan Diri ke Kereta Api

"Sampai saat ini Indonesia merupakan negara dengan nilai ekonomi digital terbesar di kawasan ASEAN. Dengan pertumbuhan yang paling cepat," ungkap Presiden.

Di tahun 2019 kemarin saja, angka pertumbuhan ekonomi digital Indonesia mencapai 40 miliar dolar Amerika Serikat. Jauh melampaui negara-negara ASEAN lainnya, seperti Vietnam, Thailand, Singapura, Malaysia, dan Filipina.

"Indonesia juga tercatat memiliki ekosistem startup yang paling aktif di Asia Tenggara. Nomor lima di dunia setelah Amerika, India, Inggris, dan Kanada. Kita memiliki 2.193 startup. Ada 1 decacorn dan 4 unicorn," imbuhnya.

Baca Juga: Kementerian Koperasi dan UKM Akan Lakukan Perampingan pada 2021

Hal itu ditambah dengan jumlah penduduk Indonesia sebesar 267 juta jiwa dan tingkat penetrasi internetnya yang mencapai 65 persen di tahun 2019.

Belum lagi dengan selesainya pembangunan infrastruktur telekomunikasi, berupa Palapa Ring yang menghubungkan lebih dari 500 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia yang akan meningkatkan potensi tersebut.

Namun, besarnya potensi itu tak lantas membuat kita berpuas diri. Indonesia, menurut Presiden Joko Widodo, harus memanfaatkan betul hal tersebut dengan tidak membiarkan negara kita hanya menjadi pasar digital. Sebaliknya, pelaku usaha Indonesia lah yang harus menjadi produsen dan raja di pasar sendiri.

Baca Juga: Komisi VIII: Pemerintah Indonesia Harus Melakukan Pendekatan Pada Otoritas Arab Saudi

"Kita harus bekerja keras untuk menjadi produsen sehingga memberikan dampak yang luas dan positif kepada masyarakat kita," kata Presiden.

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X
x