Kamis, 9 April 2020

Ekraf Jabar Menyumbang 34 Persen dari Ekspor Nasional, Sektor Ekonomi ini Tahan terhadap Isu Global

- 23 Februari 2020, 17:04 WIB
Kerajinan bambu yang dipamerkan di Gelar Ekonomi Kreatif (Gekraf).* /MAHBUB RIDHO/PR

PIKIRAN RAKYAT - Pemerintah Jawa Barat, melalui Dinas Pariwisata berkomitmen menggenjot sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Langkah tersebut tidak terlepas dari besarnya potensi kedua sektor tersebut dalam mendorong perekonomian. Selain itu, diyakini sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat menjadi sumber baru pertumbuhan ekonomi Jabar pada masa yang akan datang.

Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jabar, Azis Zulficar  Aly Yusca mengatakan, sejumlah strategi telah dipersiapkan untuk mendorong perkembangan dan kemajuan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Tatar Priangan.

Baca Juga: Lebih dari Setengah Kasus Virus Corona di Korea Selatan Diduga Berkaitan Sekte Agama yang Kontroversial

Salah satunya untuk ekonomi kreatif, mulai tahun ini Disparbud menyelenggarakan kegiatan gelar produk ekonomi kreatif, yang diawali dengan pameran dari berbagai produk berbahan baku bambu.

“Ekonomi kreatif Jabar menyumbang sekitar 34 persen dari ekspor ekraf nasional. Sektor ini merupakan salah satu potensi bagi Jabar saat sektor manufaktur menurun dan tentunya tahan terhadap isu global,” katanya yang ditemui disela Gelar Produk Ekonomi Kreatif di Bandung, akhir pekan lalu.

Tak hanya potensinya yang besar sebagai salah satu penghasil devisa, Azis menambahkan, produk ekonomi kreatif pada dasarnya merupakan hasil dari kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga: Di Antaranya Bisa Memudahkan Penataan Daerah, Pemprov Jabar Kembangkan Transportasi Massal Berbasis Rel

Dengan demikian, ketika ekonomi kreatif mampu berkembang lebih jauh diharapkan kesejahteraan masyarakat pun akan ikut terangkat.

Untuk tema pertama, lanjutnya, pihaknya mengangkat tema bambu dengan menggandeng sejumlah komunitas kreatif bambu.

Komunitas tersebut memanfaatkan bambu yang cukup banyak ditemukan di sekitar masyarakat, yang kemudian diolah menjadi produk kreatif dengan nilai tambah yang tinggi.

Baca Juga: 2 dari 10 Balita di Kota Bogor Mengalami Stunting, Gerakan “Taleus” Bisa Jadi Proyek Percontohan

“Bambu potensinya besar sekali dan sudah menjadi ikon sejak lama. Gekraf ini untuk mendukung komunitas berkreasi, tergerak menciptakan inovasi dengan memanfaatkan bahan baku yang ada di sekitar untuk diolah menjadi produk dengan nilai tambah dan nilai jual yang tinggi. Daripada menjual bambu yang belum diolah,” katanya.

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X