Sabtu, 4 April 2020

Mendag Minta Investor India Kembangkan Pabrik Gula di Indonesia, untuk Mendukung Industri Makanan dan Minuman

- 23 Februari 2020, 15:15 WIB
Ilustrasi Gula Pasir.* /pixabay.com

PIKIRAN RAKYAT - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mendorong Asosiasi Pabrik Gula India (Indian Sugar Mills Association/ISMA) untuk berinvestasi di Indonesia.

Salah satunya dengan pengembangan pabrik gula untuk mendukung industri makanan dan minuman di Indonesia.

Hal ini disampaikan Mendag Agus Suparmanto saat menggelar pertemuan dengan ISMA di New Delhi, India. Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Mendag dalam lawatannya ke India pada 19-21 Februari di 2020.

Baca Juga: Kejaksaan Negeri Endus Adanya Dugaan Korupsi di Instansi Bidang Transportasi dan Perhubungan Kota Bandung

"Dengan membangun pabrik gula di Indonesia, ISMA dapat lebih mudah menyuplai bahan baku untuk industri Indonesia," kata Agus melalui siaran pers, Minggu, 23 Februari 2020.

Dia mengatakan, ISMA akan bekerja sama dengan pelaku usaha di Indonesia dalam pengembangan pabrik gula. Untuk itu, diperlukan peran aktif pemerintah untuk kemudahan investasi.

Menurut Agus, pertemuan juga membahas peningkatan kerja sama perdagangan antara kedua negara.

Baca Juga: Kehadiran TKA Harus Mendatangkan Keuntungan Ekonomis, Menhub : KCIC agar Menjaga Hubungan Baik dengan Masyarakat

loading...

"Pertemuan bertujuan untuk meningkatkan sinergi dengan para  pemangku kepentingan India, termasuk ISMA dan anggotanya. Terutama untuk menyelesaikan isu-isu yang menjadi hambatan, agar kedua pihak dapat melangkah lebih jauh," ujarnya.

Tahun lalu, dia mengatakan, ISMA dan Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang pembelian gula mentah di New Delhi, India.

Dalam MoU tersebut, AGRI akan mendatangkan gula mentah ke Indonesia untuk diolah menjadi gula rafinasi yang akan digunakan untuk keperluan industri.

Baca Juga: Babak Baru Kasus Korupsi Bupati Indramayu, Anggota DPRD Jabar Kembali Bantah Tuduhan KPK

"Diharapkan MoU ini akan menjadi katalis untuk meningkatkan perdagangan bilateral antara kedua negara, serta mendukung industri dalam negeri," kata Agus.

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X