Manufaktur, Sektor Paling Terdampak Wabah Virus Corona, Anggoro : NPL Akan Dijaga di Level 2,0-2,2 Persen

- 21 Februari 2020, 16:04 WIB
ILUSTRASI bank.* /DOK PR

PIKIRAN RAKYAT - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) menilai, manufaktur menjadi sektor yang paling terkena dampak dari wabah virus corona,  karena impor bahan baku dari Tiongkok akan sangat terganggu. 

Untuk itu, bank plat merah itu sudah mempersiapkan strategi untuk menghadapi situasi terburuk. 

"Kami akan tetap berekspansi. Tetapi, khusus di sektor-sektor yang terdampak, kami akan pruden. Bukan hanya sektor itu, tetapi sektor pariwisata, farmasi, penerbangan, perhotelan, kecantikan, dan sektor terkait akan ikut terdampak," ungkap Wakil Direktur Utama BNI Anggoro Eko Cahyo, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Menara BNI, Jakarta, Kamis, 20 Februari 2020 sore.

Baca Juga: Tasikmalaya Darurat Korupsi Dana Desa, Sejumlah Kades Ditetapkan Jadi Tersangka

Anggoro mengatakan, adanya wabah virus corona  juga berdampak terhadap penyaluran kredit. BNI menargetkan pertumbuhan kredit pada tahun ini sebesar 10-12 persen.

Target ini sudah memperhitungkan dampak dari eksternal termasuk penyebaran virus corona. "Pada 2020 kami lebih konservatif sudah memasukkan dampak virus Corona,” ujarnya. 

Menurut dia, perseroan tetap melakukan ekspansi kredit dengan lebih hati-hati, karena adanya peningkatan risiko. “Ekspansi kita tetap yang tadi sektor yang sangat prudent, karena manufaktur akan terdampak, kesehatan terdampak tapi bukan berarti nggak ada peluangnya ya,” katanya.

Baca Juga: Kisah Warga yang Tetap Bekerja di Ground Zero Virus Corona, Berjuang Setiap Hari demi Jaga Kota Wuhan Tetap Hidup

Anggoro memperkirakan, kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) akan dijaga level 2,0-2,2 persen.

"Untuk tahun ini, NPL berada sekitar 2,0-2,2 persen, karena kami memperhatikan dinamika internal dan eksternal. Soal Corona, kami sudah mengamati sejak awal Februari ini," ujarnya.

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X