Rabu, 1 April 2020

Agus DW Martowardojo Jabat Komisaris Utama Bank Negara Indonesia (BNI), Erick : Beliau Memiliki Pengalaman Mumpuni di Dunia Perbankan

- 21 Februari 2020, 11:36 WIB
Agus Martowardojo* /WAHYU PUTRO A

PIKIRAN RAKYAT - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menunjuk Agus DW Martowardojo menjadi Komisaris Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini resmi menjadi Komut BNI usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Kamis, 20 Februari 2020.

Erick berharap, penunjukan Agus DW Martowardojo bisa meningkatkan kinerja BNI di dalam negeri maupun penguatan pasar di luar negeri. Sebab, Agus sudah memiliki pengalaman mumpuni di dunia perbankan.

Baca Juga: Ungkap Sosok Almarhum di Mata Para Karyawan, Sopir Pribadi Ashraf Sinclair: Sama Noah Sudah Kayak Teman

"Dengan pengalaman Pak Agus DW Martowardojo di dunia perbankan, kita harapkan bisa bekerjasama dengan Direksi dan menjadikan BNI sebagai Bank BUMN yang lebih besar lagi," kata dia.

Seperti diketahui, pria yang akrab dipanggil Agus Marto ini lahir di Amsterdam, Belanda, 24 Januari 1956. Dia berhasil meraih gelar Sarjana Ekonomi pada usia 28 tahun dari Universitas Indonesia.  

Baca Juga: Lagi, Dampak Virus Corona Facebook dan Sony Batalkan Konferensi GDC 2020

Agus kemudian meneruskan pendidikan bidang perbankan di State University of New York dan Stanford University di Amerika. Setelah itu, dia melanjutkan ke Institute Banking & Finance di Singapura.

loading...

Mantan menteri keuangan itu memulai kariernya pada usia 28 tahun di perbankan, sebagai Officer Development Program (ODP) di Bank of America. Dia bertugas sebagai International Loan Office.

Baca Juga: Resep Rumahan Membuat Minuman Boba Brown Sugar Khas Taiwan

Kariernya terus menanjak, sehingga pada akhirnya Agus berkerja di Bank Niaga sebagai Vice President, Corporate Banking Group di Surabaya dan Jakarta.

Puncak karir Agus Marto ketika dirinya menjabat sebagai Menteri Keuangan tahun 2010-2013. Terakhir, Agus Marto menduduki Gubernur Bank Indonesia tahun 2013-2018. ***


Editor: Syamsul Bachri

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X