Rabu, 1 April 2020

Tanggapi Virus Corona yang Menggila Tiongkok Lakukan Pembatasan Perjalanan, Ribuan Kontainer Berisi Daging Menumpuk di Pelabuhan

- 18 Februari 2020, 19:56 WIB
Ribuan kontainer berisi daging menumpuk di Tiongkok, Selasa 18 Februari 2020.* /AFP

PIKIRAN RAKYAT - Ribuan kontainer berisi daging meliputi daging babi, ayam , dan sapi beku menumpuk di sebagian pelabuhan besar di Tiongkok seperti di Tianjin, Shanghai dan Ningbo pada Selasa 18 Februari 2020.

Penumpukan itu terjadi lantaran pemerintah Tiongkok melakukan pembatasan perjalanan serta kurangnya tenaga pekerja sehingga memperlambat operasi.

Kebijakan ini diambil oleh otoritas setempat untuk mengurangi penyebaran virus corona.

Baca Juga: Perawatan Kulit pada Malam Hari Ala Korea, Salah Satunya Oleskan Toner

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari The Straits Times di tengah ribuan kontainer yang menumpuk pelabuhan justru kehabisan pasokan listrik untuk membekkukan ribuan kontainer tersebut.

Otoritas pelabuhan juga memerintahkan untuk mengalihkan rute perjalanan ke tujuan lain di Tiongkok daratan dan Hong Kong.

Tiongkok merupakan importir terbesar untuk komoditi daging dari Amerika Selatan, Eropa dan juga Amerika Serikat.

Baca Juga: Caroline Flack Tewas Bunuh Diri, sang Sahabat Bagikan Potret Putri Mendiang: Gadis Kecil Ini Merindukanmu

Sebelum virus corona mengganas menewaskan 1800 lebih warga Tiongkok per 18 Februari 2020, negara ini telah meningkatkan pembelian untuk membantu mengurangi kekurangan yang disebabkan oleh demam babi Afrika.

Mengacu kepada data bea cukai menunjukkan Tiongkok meningkatkan impor daging dan jeroan hampir 50 persen pada 2019 ke rekor sekitar 6,2 juta ton.

Sampai saat ini pihak pelabuhan belum bisa memastikan jelas kapan operasi pelabuhan akan kembali normal karena supir truk yang kembali dari kota lain dikarantina selama 14 hari.

Baca Juga: Suhu Dingin di Suriah, 80.000 Penduduk Tidur di Pengungsian Tak Beratap, 6 di Antaranya Tewas

Tidak hanya untuk penyaluran daging impor, pembatasan transportasi juga berlaku bagi truk lainnya. 

Pemerintah mendorong pabrik untuk meningkatkan produksi minggu ini setelah liburan panjang Tahun Baru Imlek.

Virus corona atau Covid-19, telah membuat lebih dari 70.000 orang terinfeki serta menewaskan lebih dari 1.800 orang di Tiongkok.

Baca Juga: Sebelum Meninggal Ashraf Sinclair Berencana Bahas Film Gatotkaca, Hanung: Saya Ada Janji Ketemu Dia Hari Ini

Menteri transportasi Tiongkok,  Liu Xiaoming menyampaikan lebih dari 220 juta pekerja migran belum kembali tepat waktu dan mungkin bepergian pada akhir Februari atau Maret.

loading...
Sampai berita ini dinaikkan oleh The Straits Time, kantor juru bicara Administrasi Umum Kepabeanan di Beijing tidak menjawab untuk berkomentar.***


Editor: Alanna Arumsari Rachmadi

Sumber: The Straits Times

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X