Produksi dalam Negeri dan Impor Baja Sama-sama Tinggi, Bea Antidumping Diusulkan

- 18 Februari 2020, 13:04 WIB
FOTO ilustasi baja.*/ANTARA /null

PIKIRAN RAKYAT – Asosiasi Industri Besi dan Baja Nasional (The Indonesian Iron and Steel Industry Association/IISIA) mengajukan bea masuk antindumping baja asal Tiongkok.

Muncul dugaan terjadi pengalihan HS pada produk baja impor asal Tiongkok tersebut.

 Baca Juga: Diduga Gunakan Media Sosial untuk Serang Legendanya termasuk Messi, Barcelona Berikan Bantahan

Chairman IISIA sekaligus, Silmy Karim, mengatakan volume impor baja cukup tinggi, padahal produksi dalam negeri juga tinggi.

Menurut Badan Pusat  Statistik, jumlah importasi baja Hot Rolled Coil/Plate (HRC/P) Paduan atau juga disebut Baja Lembaran Canai Panas Paduan mencapai 675 ribu ton pada 2019. 

Padahal 65 % kebutuhan baja jenis tersebut dapat dipenuhi oleh produsen nasional.

 Baca Juga: Terdapat 50 RUU Prioritas di 2020, Sosialisasi akan Dilakukan ke Perguruan Tinggi se-Indonesia

Pihaknya juga menduga ada rekayasa pengalihan kode HS (Circumvention practice) dari baja yang diimpor Tiongkok.

Praktik tersebut mengalihkan pos tarif baja karbon sehingga terhindar dari tarif bea masuk dan diperolehnya export tax rebate.

Impor produk baja paduan seperti boron steel, pada kenyataannya merupakan produk sejenis yang di produksi oleh produsen dalam negeri.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X