Ekonomi Syariah akan Tumbuh Pesat, Masyarakat dan Pemerintah Harus Percaya pada Perbankan Syariah

- 13 Februari 2020, 14:48 WIB
KEPALA Bidang Pengawasan Non Bank Kantor Raegional 2 Jawa Barat OJK, Noviyanto Utomo.* /VIDIA ELFA SAFHIRA/PR

PIKIRAN RAKYAT - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menilai bahwa perkembangan ekonomi syariah di Indonesia cenderung berjalan di tempat.

Hal ini dikarenakan, Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan Islam. Salah satunya adalah peran Indonesia yang lebih banyak menjadi konsumen daripada produsen.

Kini aset perbankan syariah Indonesia hanya mencapai lima persen sedangkan Malaysia sudah sampai level 20 persen.

Baca Juga: Adeng Hudaya: Persib Bandung Berpeluang Jadi Juara Liga 1 2020

Padahal, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi syariah global mengingat populasi muslim yang mencapai lebih dari 75 persen dari total penduduk Indonesia.

Di Indonesia, industri halal menjadi sektor prioritas yang dikembangkan pemerintah melalui masterplan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) 2019. Pengembangan ekosistem halal berkaitan erat dengan besarnya potensi yang dimiliki negara ini.

Dampak dari perkembangan ekonomi syariah di Indonesia semakin hari semakin terasa. Ini dapat di lihat dari meningkatnya jumlah produk-produk investasi syariah, pembiayaan syariah, seperti suku pemerintah, suku korperasi hingga pembiayaan individu. Suku sendiri merupakan sebuah produk obligasi yang berbentuk syariah.

Baca Juga: Segitiga Rebana Tempat Percobaan Omnibus Law, Ridwan Kamil : Kami Belum Diajak Bicara

Penyediaan program-program halal yang disajikan perbankan menjadi titik tumpu utama dalam menjalankan ekonomi islam. Kondisi itu tak terlepas dari potensi ekonomi industri halal Indonesia yang sangat besar.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X