Senin, 6 April 2020

Jokowi Ingin Peringkat Kemudahan Berusaha Indonesia Naik ke Posisi 40

- 12 Februari 2020, 17:21 WIB
MENKO Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan pidato pada acara Mandiri Investment Forum 2020 ?Indonesia :Advancing Investment-Led Growth?, di Jakarta, Rabu 5 Februari 2020.* /INDRIANTO EKO SUWARSo/ANTARA

PIKIRAN RAKYAT - Presiden Joko Widodo menginginkan agar peringkat kemudahan berusaha (ease of doing business/EoDB) Indonesia naik dari posisi 73 ke posisi 40.

Hal tersebut Jokowi kemukaan saat memimpin rapat terbatas dengan topik Akselerasi Peningkatan Peringkat Kemudahan Berusaha di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu 12 Februari 2020.

"Kita tahu posisi kita sekarang di peringkat 73. Meski, kalau kita lihat dari 2014 berada pada posisi di 120, suatu lompatan yang baik, tetapi saya minta agar kita berada pada posisi 40," kata Jokowi.

Untuk mengakselerasi peringkat kemudahan berusaha tersebut, Jokowi menekankan beberapa hal kepada jajarannya.

Baca Juga: Impor Baja Bikin Defisit Neraca Perdagangan, Jokowi Instruksikan 3 Hal

Baca Juga: Mahasiswa FIB Unpad Rayakan Kelulusan dengan Cara Berbeda

Pertama, Jokowi meminta jajarannya fokus memperbaiki indikator yang masih berada di posisi di atas 100 dan indikator yang justru naik peringkat.

Jokowi merinci, dari 10 komponen, terdapat 4 komponen yang berada pada peringkat di atas 100, yaitu starting a business di peringkat 140, dealing with construction permit di peringkat 110, registering property di peringkat 106, dan trading accross border yang stagnan di peringkat 116.

"Juga dua komponen yang sudah di bawah 100 tapi justru naik peringkat lagi, dari 44 ke 48 ini getting credit. Kemudian masalah yang berkaitan dengan resolving insolvency dari 36 ke 38. Sudah 36 kok naik lagi, ini urusan yang berkaitan dengan kebangkrutan," ujarnya.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X
x