UMKM Jabar Sulit Tembus Pasar Global, Ketidakpahaman Proses Ekspor Masih Jadi Kendala

- 5 Februari 2020, 19:43 WIB
Ketua Umum DPP GPEI Khairul Mahalli melantik Ketua GPEI Jabar terpilih Farda Sanberra dan pengurus GPEI Jabar periode 2020-2025, di Bandung, Rabu, 5 Februari 2020.* /Yulistyne Kasumaningrum/"PR"

PIKIRAN RAKYAT – Ketidakpahaman mengenai tata cara ekspor serta kelemahan dalam aspek pengemasan, merupakan dua tantangan utama yang dihadapi UMKM Jawa Barat untuk menembus pasar Internasional. 

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum, mengatakan, saat menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Provinsi Jabar periode 2020-2025, di Aula Barat Gedung Sate, Bandung, Rabu, 5 Februari 2020.

Uu menjelaskan, berbagai produk yang dihasilkan UMKM Jabar sangatlah potensial untuk menembus pasar internasional. Hanya persoalannya, masih banyak pelaku UMKM yang terkendala tantangan tersebut.

Baca Juga: Di Tengah Polemik Pemulangan WNI Eks ISIS, Ridwan Kamil: Mereka Warga Kita Sendiri

Oleh Karena itu, Uu berharap agar GPEI Provinsi Jabar menjadi fasilitator, informan, dan sekaligus menjadi pelatih bagi para pelaku usaha UMKM

“Mereka mempunyai tanggung jawab untuk suksesnya ekspor. Dan, pilot project-nya adalah IKM (Industri Kecil Menengah) dan UKM (Usaha Kecil Menengah), artinya ekonomi yang kerakyatan dan populis. Jadi harapan kami (Pemda Provinsi Jabar) GPEI ini harus ada pelatihan pada IKM dan UKM tentang ekspor, khususnya syarat-syarat apa yang bisa diterima di luar negeri dan pengemasan yang baik dan menarik,” ujarnya.

Selain itu, Uu juga berharap, GPEI Provinsi Jabar memberikan segala informasi yang dibutuhkan terkait produk yang dibutuhkan negara tujuan. Dengan demikian, ekspor yang dilakukan tidak terpatok produk yang ada, tapi melihat kepada permintaan pasar di negara tujuan.

Baca Juga: Antisipasi Virus Corona, Pemerintah Buat Hotline di 9 Kementerian

“Maka GPEI harus menginformasikan pada pelaku usaha, apa yang laku (di pasar internasional). Karena jangan memaksakan kehendak, di situ (negara tertentu) yang laku adalah produk A, tapi (dari) sini produknya B,” kata Uu.

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X