Minggu, 29 Maret 2020

Pengembang Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Minta Keringanan Biaya Perolehan Tanah dan Bangunan

- 5 Februari 2020, 14:14 WIB
FOTO udara terowongan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di Cibeber, Cimahi, Jawa Barat.* /RAISAN AL FARISI/ANTARA FOTO

PIKIRAN RAKYAT – PT Kereta Api Indonesia China (KCIC) meminta pemerintah yang berwenang, untuk meringankan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB). 

Hal itu dibenarkan oleh Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Serda Pemerintah Provinsi Jawa Barat Eddy IM Nasution.

Ia ditemui di Gedung Pakuan, Jalan Oto Iskandardinata, Rabu, 5 Februari 2020.

Baca Juga: Tudingan Virus Corona adalah Senjata Biologis, Belum Bisa Dibuktikan

Diakui Eddy pihak KCIC telah menemui Pemprov Jabar Selasa Kemarin dan akan segera ditindaklanjuti. Sementara pihaknya bukan pemerintah yang berwenang terkait BPHTB tersebut. 

Dalam hal tersebut, kata dia, pemprov hanya akan mengakomodir keinginan KCIC dan disampaikan pada pemerintah yang berwenang yaitu delapan pemerintah kota kabupaten yang terlewati KCJBKCJB termasuk pada pemerintah pusat. 

loading...

"Kewenangan BPHTB itu adalah kabupaten kota bukan provinsi. Sekarang pertanyaannya bisakah diminta keringanan gitu kan, " ujar Eddy. 

 Baca Juga: DAS Citarum Jadi Lahan Pertanian Sayuran Hendy : Penataan dengan Sistem Teras Pangku

Menurut Eddy, tiap daerah memiliki Perda yang berbeda. Mereka sendiri tidak bisa mengeluarkan keputusan terkait permintaan KCIC karena tidak ada dasar hukumnya. 

"Nah jadi sebetulnya, mereka ingin kepastian bolehkah memberi keringanan. Itu kemarin begitu macem-macem sepakat kalau bisa ada surat dari menteri keuangan yang menyatakan boleh memberikan keringanan. Karena di peraturan daerah yang ada keringanan hanya pada korban bencana, "ujar dia. 

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X