Sabtu, 30 Mei 2020

Agus Susanto : Pengelolaan Dana BP Jamsostek Aman

- 4 Februari 2020, 16:58 WIB
Gedung BP Jamsostek. * /Foto: Dok. BP Jamsostek

PIKIRAN RAKYAT - Pengelolaan dana BP Jamsostek dalam kondisi aman. Bahkan di tengah dinamika kondisi investasi global dan Indonesia, kinerja investasi BP Jamsostek masih on the track.

Demikian dikatakan Direktur Utama BP Jamsostek, Agus Susanto, melalui keterangan Pers yang diterima Pikiran Rakyat.com, Selasa, 4 Februari 2020.

"Saya tegaskan bahwa kinerja investasi BP Jamsostek dalam kondisi aman, tidak ada kerugian, dilaksanakan sesuai dengan regulasi dan meraih capaian yang baik,” ujarnya.

Baca Juga: Belum Semua Situs Peninggalan Kerajaan Pakuan Pajajaran Masuk Daftar Cagar Budaya

Agus memaparkan, dana kelolaan BP Jamsostek telah mencapai Rp 431,7 triliun pada akhir Desember 2019 dan mencatatkan hasil investasi Rp 29,2 triliun. Capaian tersebut mencapai pertumbuhan 7,3% (yoy) lebih atau lebih tinggi dari kinerja IHSG yang tercatat 1,7%.

BP Jamsotek juga telah memberikan hasil pengembangan Jaminan Hari Tua (JHT) kepada pesertanya mencapai 6,08% p.a.

"Kami selalu berpegang teguh pada aturan yang berlaku, seperti PP No. 99 tahun 2013 dan PP No. 55 tahun 2015, yang mengatur jenis instrumen-instrumen investasi yang diperbolehkan, berikut dengan batasan-batasannya. Ada juga Peraturan OJK No. 1 tahun 2016 yang juga mengharuskan penempatan pada Surat Berharga Negara sebesar minimal 50%,” ujar Agus.

Baca Juga: Sejumlah Tenaga Kerja Tertahan di Tiongkok, Belum Boleh Kembali ke Bandung karena Isu Corona

Terkait antisipasi kondisi pasar modal, Agus mengatakan pihaknya telah mengalihkan mayoritas portofolio pada instrumen fixed income hingga mencapai 71% dari total portofolio, sehingga tidak terpengaruh langsung dengan fluktuasi IHSG.

Kepemilikan saham BP Jamsostek, kata Agus, mayoritas merupakan saham Blue Chip atau LQ45 yang mencapai 98%. Selain itu, sebelumnya juga pernah memiliki saham yang pernah di LQ45, namun sudah keluar seperti antara lain saham PGAS dan ANTM.

Jumlah saham non LQ45 tersebut sekitar 2% dari total portofolio saham BP Jamsostek.

Baca Juga: 4 Manfaat Air Mawar untuk Kecantikan Mata, Salah Satunya Menghilangkan Mata Panda

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X