Kamis, 20 Februari 2020

Virus Corona Menjalar, Kurs Yuan Tiongkok Menukik ke Level Terendah

- 28 Januari 2020, 08:28 WIB
KURS YUAN, mata uang Tiongkok, menukik tajam ke level terendah dalam empat bulan terakhir.* /REUTERS

PIKIRAN RAKYAT – Indeks dolar AS, yen Jepang dan franc Swiss menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), sementara yuan di luar negeri jatuh dan dolar Australia membukukan tingkat terendah empat bulan, karena kekhawatiran tentang penyebaran virus corona di Tiongkok mendorong investor beralih ke aset-aset safe-haven.

Otoritas kesehatan di seluruh dunia bekerja untuk mengendalikan wabah virus corona yang telah menewaskan 81 orang di Tiongkok, menelantarkan puluhan juta selama liburan terbesar tahun ini dan mengguncang pasar global.

Baca Juga: Israel Pertama Kali Izinkan Warganya Lakukan Perjalanan ke Arab Saudi untuk Naik Haji dan Investasi

Investor khawatir tentang dampak pada perjalanan, pariwisata dan kegiatan ekonomi yang lebih luas.

"Pasar semua 'batuk dan tersedak' dengan virus," kata Shaun Osborne, kepala strategi valuta asing di Scotia Capital, seperti disitat Pikiran-rakyat.com dari Antara.

“Anda melihat aksi harga di seluruh pasar secara umum dan ini merupakan hari kinerja terbaik untuk safe-haven. Pasar khawatir bahwa ini adalah episode seperti SARS lain yang dapat meredam ekonomi global sampai batas tertentu."

Baca Juga: Diperiksa Polisi Terkait Kasus Mantan Dirut Garuda, Adik Kriss Hatta Mengaku Tidak Mengenal Siwi Sidi

Sementara aset-aset safe haven telah menguat, pergerakan mata uang terbatas. yen menguat 0,35 persen menjadi 108,89 yen terhadap dolar AS, meskipun tetap jauh di bawah puncaknya pada 8 Januari.

Indeks dolar AS naik 0,09 persen, terakhir di 97,941. Franc Swiss menguat 0,18 persen menjadi 0,969 per dolar.

Kemungkinan perubahan yang cepat dalam peristiwa virus membatasi menjelaskan langkah relatif tenang dalam dolar AS, kata Juan Perez, pedagang valuta asing senior dan ahli strategi, Tempus Inc.

Baca Juga: Tekan Kekerasan Terhadap Anak, Bandung Barat Rancang Perda Kabupaten Layak Anak

“Kami pikir dolar minggu ini, jika tidak ada yang membaik, akan terus berjalan kuat. Tapi tentu saja, apa saja kapan saja dapat berubah jika berita utama berubah."

Yuan di luar negeri merosot sebanyak 0,9 persen menjadi 6,99 per dolar AS, tingkat terlemah sejak 30 Desember.

Yuan mengalami kejatuhan sejak reli ke level tertinggi lima setengah bulan di awal Januari. Dolar telah menguat lebih dari dua persen terhadap mata uang Tiongkok sejak Senin, 20 Januari 2020 lalu.

Baca Juga: Penuhi Panggilan Polisi, Adik Kriss Hatta Dicecar 43 Pertanyaan dalam 3 Jam

Dolar Australia, yang terpapar pada ekonomi Tiongkok, terakhir jatuh 1,01 persen menjadi 0,676 terhadap dolar AS, setelah mencapai level terendah sejak 16 Oktober di awal sesi.

Pedagang mengatakan likuiditas rendah membantu memperburuk pergerakan pasar.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Sumber: Antara

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X