Senin, 30 Maret 2020

Minimnya Laba Bersih BUMN Pertambangan Dipertanyakan, Hanya Capai 0,4 Persen

- 22 Januari 2020, 19:14 WIB
ILUSTRASI pertambangan.* /PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT - Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mempertanyakan minimnya profit PT. Indonesia Asahan Alumnium (Inalum) yang tidak sebanding dengan aset yang dimilikinya.

PT Inalum sendiri merupakan salah satu BUMN yang bergerak di bidang pertambangan dan tergabung dalam Mining Industry Indonesia (Mind Id).

Adapun keraguan mengenai minimnya laba dituturkan Anggota Komisi VII DPR RI, Kardaya Wanika bahwa seharusnya perusahaan negara menghasilkan profit.

Baca Juga: Azerbaijan dan Pemprov Jabar Jajaki Kerja Sama Bidang Pariwisata

“Dalam Undang-Undang BUMN, seingat saya tercantum bahwa BUMN merupakan perusahaan negara yang salah satu tujuannya profit atau mengambil keuntungan, selain tentunya ada tujuan-tujuan lain,” ungkapnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan beberapa BUMN yang tergabung dalam Mind Id, di Ruang Rapat Komisi VII DPR RI, Senayan Jakarta, Rabu, 22 Januari 2020.

loading...

Kardaya juga membicarakan bahwa harus diadakannya pembicaraan seolah-olah BUMN ini sebagai perusahaan swasta.

Baca Juga: 5 Cara Memotivasi Seseorang dan Memberikan Mereka Inspirasi

“Jika dikatakan bahwa tahun ini profitnya Rp 0,8 triliun memang bagus, tapi begitu dilihat dari asetnya yang mencapai Rp 170,6 triliun, kami langsung lemas mendengarnya. Karena ini jelas tidak sebanding,” ucapnya.

Perbandingan laba yang didapatkan PT. Inalum sendiri, memiliki perbandingan return and asset, keduanya hanya berbanding sekitar 0,4 persen. Dengan itu, Kardaya menyebut kecewa dengan angka tersebut.

Halaman:

Editor: Alanna Arumsari Rachmadi

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X