Cara Mengatur Dana Cadangan agar Terhindar dari Utang Berlebihan

- 21 Januari 2020, 14:28 WIB
SEJUMLAH warga tengah mencocokkan identitas penyedia layanan pinjaman online dengan daftar penyedia layanan online yang telah memiliki ijin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di Bandung, Senin, 20 Januari 2020. Agar terhindar dari jerat utang berlebih, masyarakat harus belajar untuk memiliki dana cadangan.* /YULISTYNE KASUMANINGRUM/PR

PIKIRAN RAKYAT - Fenomena overindebtedness atau utang berlebihan sebetulnya bukan perkara baru di dunia keuangan.

Sejumlah penelitian menunjukkan fenomena ini telah terjadi di tengah masyarakat. Oleh karena itu penting untuk memiliki dana cadangan.

Studi mengenai pinjaman berlebih yang dilakukan Parkindo pada 2016 menunjukkan lebih dari separuh responden memiliki lebih dari 3 pinjaman.

Baca Juga: 6 Bulan Mendekam dalam Tahanan, Galih Ginanjar Ungkap Kerinduan pada Barbie Kumalasari

Kemudian 59 persen responden menyatakan ketidakcukupan dari pinjaman yang ada mendorong untuk melakukan pinjaman yang lain.

Selanjutnya 39 persen persen pinjaman digunakan untuk makanan dan minuman, 31 persen untuk pendidikan anak, 18 persen untuk kesehatan dan pengobatan, 10 persen untuk membayar utang, dan 19 persen untuk pengeluaran lainnya. 

Dari interview yang dilakukan terhadap 20 orang, pinjaman berlebih dan kegagalan bisnis menjadi alasan persoalan keuangan mereka.

Baca Juga: Alasan Standar Motor Ada di Sebelah Kiri Saja, Ada Jejak Sejarahnya

Studi lainnya dari Ericksen, serta Ericksen dan Graham pada 2016 menyebutkan praktisi dan analisis dari 79 negara menyimpulkan bahwa pinjaman berlebih (over indebtedness) menjadi faktor utama dalam persoalan keuangan mikro.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Padjadjaran Yudi Azis mengatakan menurut perencanaan  keuangan yang baik, setiap orang minimal memiliki dana cadangan senilai 3 bulan rata-rata biaya hidup.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X