Rabu, 26 Februari 2020

Pinjaman Online Semakin Mudah, Waspadai Over-indebtedness yang Diawali Utang untuk Kebutuhan Mendadak

- 20 Januari 2020, 15:19 WIB
APLIKASI di smartphone memudahkan akses pinjaman online, namun waspadailah over-indebtedness.* /ANDRI GURNITA/PR

PIKIRAN RAKYAT – Kehadiran Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI), memunculkan persoalan baru, yakni risiko over-indebtedness.

Risiko over-indebtedness, atau utang berlebihan yang ditimbulkan dari aplikasi pinjaman online, membuat masyarakat terancam terjerumus ke jurang kemiskinan.

Elis, penggagas posko pinjaman online atau pinjol, menuturkan, sekitar 70% dari 1.500 laporan mengenai pinjaman online yang diadvokasi umumnya terjadi karena kebutuhan dana mendadak.

Baca Juga: Jawab Alasan Keluar dari Kerajaan, Harry: Saya Harap Ini Bisa Ciptakan Kehidupan Lebih Damai

Baik untuk biaya pendidikan, rumah sakit atau kesehatan, serta biaya hidup. 

Ia pun mencontohkan kisah yang dialami salah satu kliennya yang terbelit utang pinjaman online.

Kliennya mengidap kanker yang membutuhkan obat Rp 1,8 juta per minggu.

Kliennya  kemudian mengajukan utang kepada perusahaan pemberi pinjaman online untuk biaya berobat.

Baca Juga: Ada 5.600 Profesor di Indonesia, Sayang Pemerintah Jarang Ajak Mereka Bicara

Sayangnya, hal itu membuatnya harus gali lubang tutup lubang membayar utang yang ada.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X