Selasa, 31 Maret 2020

Rencana Ekspor Beras Bisa Bikin Pengusaha Penggilingan Padi Bahagia Sekali

- 19 Januari 2020, 17:40 WIB
BERAS di Gudang Bulog. Rencana ekspor beras bisa berdampak baik untuk industri penggilingan padi.* /DOK. PIKIRAN RAKYAT

PIKIRAN RAKYAT - Rencana ekspor beras yang digaungkan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo akan membawa dampak positif untuk penggilingan padi. Guna mendukung tercapainya target 500 ribu ton ekspor beras di tahun ini, Mentan mensosialisasikan Program Komando Strategi Penggilingan Padi (Kostraling).

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Galuh Octania mengatakan, program ini diharapkan bisa mendukung berbagai upaya untuk meningkatkan ekspor beras Indonesia. Dengan adanya target, idealnya program ini juga bisa berdampak positif terhadap penggilingan padi.

Beberapa waktu yang lalu, para pengusaha penggilingan padi dihadapkan dengan ketatnya kompetisi antar pengusaha karena adanya ketidakseimbangan antara jumlah padi yang diproduksi dengan jumlah usaha penggilingan.

Baca Juga: Kerahkan Belasan Alat Berat ke Bogor, Puluhan Jalur Terisolasi Longsor Akhirnya Bisa Ditembus 

“Ketidakseimbangan ini merugikan pengusaha penggilingan padi, terutama pengusaha berskala kecil. Program ini sebaiknya juga menciptakan kerja sama jangka panjang antara petani dengan pengusaha penggilingan padi supaya mereka tetap bisa beroperasi,” ucap Galuh, Minggu 19 Januari 2020.

loading...

Menurut dia, para pengusaha penggilingan padi dapat terintegrasi dan bergabung untuk mencapai target ekspor beras Kementan ini. Para pengusaha penggilingan padi dapat bekerjasama dengan gabungan kelompok tani di wilayah setempat.

Salah satu dari tiga agenda Kostraling adalah mempersiapkan semua wilayah untuk memiliki alat penggiling atau RMU (Rice Milling Unit). Implementasi dari agenda tersebut, lanjut dia, harus benar-benar dipikirkan matang-matang dan secara merata agar setiap usaha penggilingan padi, terutama yang berskala kecil, memiliki kesempatan yang sama agar dapat bersaing dengan perusahaan penggilingan yang memiliki teknologi yang lebih baik.

Baca Juga: Beras, Komoditas yang Jadi Kunci Kemiskinan di Jabar

Dia pun menuturkan, diharapkan pada akhirnya semua pelaku di rantai distribusi beras dari petani hingga usaha penggilingan padi dapat memperoleh keuntungan dan manfaat timbal balik yang sama dan tidak ada yang harus gulung tikar jika salah satu pihak tidak dapat memenuhi kebutuhan pihak yang lainnya. Kolaborasi kedua belah pihak menghasilkan beras kualiatas baik yang layak untuk diekspor ke berbagai negara.

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X