Jumat, 28 Februari 2020

Beras, Komoditas yang Jadi Kunci Kemiskinan di Jabar

- 19 Januari 2020, 17:28 WIB
BERAS di Gudang Bulog. Angka kemiskinan di Jabar banyak dipengaruhi harga beras.* /DOK. PIKIRAN RAKYAT

PIKIRAN RAKYAT - Stabilisasi harga beras menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga tingkat kemiskinan di Jawa Barat. Alasannya, kontribusi harga komoditas tersebut terhadap garis kemiskinan merupakan yang tertinggi bahkan di atas rata-rata nasional.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar mencatat pada September 2019, sumbangan beras terhadap garis kemiskinan di wilayah perkotaan mencapai 23,39% sedangkan di wilayah perdesaan 29,16%.

Angka tersebut di atas catatan angka nasional yang masing-masing 20,3% di wilayah perkotaan dan 25,82% di wilayah perdesaan.

Baca Juga: Temuan Perihal Kecelakaan Bus di Ciater Subang: Posisi Persneling hingga Modifikasi pada Fisik

“Untuk di Jabar, akan lebih menggoyang jika harga beras naik karena sumbangannya sangat luar biasa,” ujar Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Jabar Gandari Adianti, di Bandung, belum lama ini.

Dipaparkan, selama Maret 2019–September 2019, Garis kemiskinan (GK) naik 3,50% dari Rp 386.198 per kapita per bulan pada Maret 2019 menjadi Rp 399.732 per kapita per bulan pada September 2019.

Dilihat berdasarkan tipologi daerah, GK perkotaan naik 3,41% dari Rp 388.979 per kapita per bulan pada Maret 2019 menjadi Rp 402.254 per kapita per bulan pada September 2019. Sedangkan GK perdesaan mengalami kenaikan 3,75% dari Rp 376.860 per kapita per bulan menjadi Rp 391.009 per kapita per bulan.

Baca Juga: Imbauan Resmi Pemerintah: Waspada Ormas Tak Jelas, Janjikan Kaya Mendadak

Garis Kemiskinan terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM). Pada September 2019, GKM tercatat Rp 292.718 per kapita per bulan. GKM di perdesaan lebih tinggi dibanding GKM di perkotaan yakni Rp 291.607 per kapita per bulan dibanding Rp 295.872 per kapita per bulan.

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X