Senin, 30 Maret 2020

Bekerja di Pertamina Penuh Risiko, Menaker: Harus Jadi Teladan

- 18 Januari 2020, 16:09 WIB

PIKIRAN RAKYAT - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah berkunjung ke kantor kilang Pertamina Refinery Unit (RU) V di Balikpapan untuk melihat langsung praktik kerja para karyawan. Dia juga meminta jajaran Pertamina jadi teladan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di perusahaan minyak dan gas nasional tersebut.

“Kami sengaja berkunjung ke Pertamina karena bisnisnya memiliki risiko sangat tinggi bagi K3,” kata Menteri Fuziyah dalam rilisnya di Balikpapan, Sabtu, 18 Januari 2020.

Apalagi di kilang RU V saat ini juga sedang berlangsung pekerjaan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) atau proyek peningkatan kapasitas produksi. Kilang Balikpapan yang saat ini berkapasitas mengolah 250 ribu barel minyak mentah per hari sedang ditingkatkan kapasitasnya menjadi 350 ribu barel per hari.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Kalau 100 Hari Selesai, Saya Angkat Dua Jempol untuk DPR

“RDMP ini melibatkan ribuan pekerja dengan berbagai macam jenis pekerjaan yang berisiko pada K3,” jelas Direktur Sumber Daya Manusia PT Pertamina (Persero) Koeshatanto yang mendampingi Menteri Fauziyah, dilansir Kantor Berita Antara.

Kilang Balikpapan mengolah minyak mentah menjadi bahan bakar premium, pertalite, pertamax, solar, pertadex, avtur, dan minyak tanah. Minyak mentah maupun minyak jadi, disimpan di dalam tangki-tangki khusus. Di lingkungan kilang itu juga ada terminal pengisian elpiji ke tabung dan pengisian BBM ke mobil-mobil tangki untuk didistribusikan ke masyarakat.

loading...

“Seluruhnya adalah bahan berbahaya yang memerlukan penanganan khusus. Dan itu antara lain harus sesuai dengan prinsip-prinsip K3,” kata kata Humas Pertamina Heppy Wulansari.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Pindah Ibu Kota Sekaligus Perbaiki Hutan

Praktik K3 yang umum dan gampang terlihat adalah kewajiban mengenakan alat pelindung diri (APD) saat sedang berada di lokasi tertentu. Di kilang misalnya, pekerja diwajibkan mengenakan pakaian cover all, helm, dan sepatu kulit dengan pelindung baja di bagian jempolnya-sepatu safety.

Pada saat mengerjakan pekerjaan, APD bisa bertambah dengan pelindung mata atau google, juga pelindung telinga (earplug atau earset) bila ada di area yang bising. Lokasi kerja yang ditandai khusus, pengaturan jam kerja, hingga pengaturan giliran kerja, juga bagian dari K3.

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Sumber: Antara

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X