Rabu, 26 Februari 2020

Pemerintah Bakal Cabut Subsidi Gas Elpiji 3 Kg, Pengamat Ekonomi Unpas: Wacana Lama

- 17 Januari 2020, 17:41 WIB
ILUSTRASI. Warga menenteng tabung gas elpiji 3 kilogram.* /RIRIN NF/PR

PIKIRAN RAKYAT - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan penyaluran subsidi elpiji 3 kilogram (kg) lebih tepat sasaran. Mulai awal semester II/2020 atau sekitar Juli, penyaluran subsidi elpiji 3 kg tidak akan lagi diberikan pada komoditas, melainkan langsung kepada penerima yang berhak, yaitu masyarakat kurang mampu.

Pengamat ekonomi dari Universitas Pasundan (Unpas), Acuviarta Kartabi menilai, kebijakan tersebut harus didahului dengan pemutakhiran data penerima. Selama ini data penerima bantuan pemerintah dinilai belum valid.

"Ini wacana lama, sudah sejak lima tahun lalu. Pengalihan subsidi dari produk ke penerima memang tepat. Akan tetapi, persoalannya ada pada validitas data," ujarnya, di Bandung, Jumat 17 Januari 2020.

Baca Juga: Kasus OTT Wahyu Setiawan Jatuhkan Kredibilitas, KPU Ingin Dipercaya Lagi

Seperti diketahui, hingga saat ini masih banyak masyarakat miskin yang tidak menerima bantuan pemerintah. Di sisi lain, tidak sedikit masyarakat mampu yang justru mendapatkan bantuan tersebut.

Persoalan lainnya, hingga saat ini penyaluran bantuan pemerintah masih rawan kebocoran. Hak masyarakat penerima bantuan masih banyak disunat oleh oknum di lapangan dengan berbagai cara.

Acuviarta menilai, sebetulnya, sepanjang datanya valid dan bisa dipertanggungjawabkan sesuai kriteria penerima bantuan, tidak masalah. Subsidi akan sampai lebih tepat pada sasaran. "Kenapa kebijakan subsidi selama ini terhadap produk? Karena tidak jelas data penerimanya," tutur Acuviarta.

Baca Juga: Di Konferensi Pers Asia Challenge, Pelatih Persib Bandung Bandingkan Sepak Bola Indonesia dan Malaysia

Oleh karena itu, menurut dia, jika ingin mengganti skema penyaluran subsidi elpiji 3 kg, pekerjaan rumah pertama yang harus diselesaikan adalah data penerima. Pemerintah juga harus membuka ruang bagi masyarakat untuk memverifikasi data tersebut.

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X