Jumat, 3 April 2020

Limbah Popok Bayi Dapat Menjadi Batako dan Minyak Tanah

- 17 Januari 2020, 08:20 WIB
AKTIVITAS pekerja mengolah limbah popok di Guna Olah Limbah Lab, Jalan Wangsa Niaga Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 16 Januari 2020. Limbah tersebut diolah menjadi batu bata dan minyak bakar sebagai pengganti minyak tanah. * /ARMIN ABDUL JABBAR/PR

"Sejak 2017 kami melakukan riset untuk mesin ini. Memang untuk dasarnya, kami adopsi dari teknologi Jepang. Tetapi kami modifikasi dan kembangkan lagi agar mampu mengolah popok menjadi produk bernilai," kata Archie, yang ditemui saat pada acara Peresmian Pengolahan Popok Bayi Bekas menjadi pokbrick dan minyak bakar PT Softex Indonesia, Kamis, 16 Januari 2020.

Baca Juga: Polisi Sebut AHS Bagian Keluarga Cendana Terkait Kasus Investasi Bodong MeMiles dan Mendapatkan Mobil Mewah

Secara sederhana, Archie menjelaskan, sistem mesin ini dimulai dari memasak (memanaskan) limbah popok tanpa pemilahan. Popok dipanaskan hingga suhu 180 hingga 200 derajat celcius. Pada suhu itu, semua bakteri dan virus akan mati. Setelah dipanaskan, popok kemudian dipisahkan antara bahan plastik, air, dan serat fiber. 

Untuk saat ini, satu mesin mampu mengolah antara 20 hingga 25 kilogram limbah popok per siklus. Satu siklus pengolahan menghabiskan waktu sekitar 3 jam. Dalam satu hari, bisa mengolah antara tujuh hingga delapan kali siklus pengolahan.

Adapun hasil dari pengolahan yang dilakukan, diantaranya pokbrick (batu bata dari bahan popok bekas),minyak bakar, pengganti minyak tanah. Minyak ini diambil dari bahan plastik yang ada pada popok. Untuk pemanfaatan mesin ini, Archie mengatakan, ia menjalin kerja sama dengan PT Softex Indonesia. 

Head of Human Resources (HR) Softex Indonesia M. Zaenal Abidin mengatakan untuk mengumpulkan popok bekas di Bandung, nantinya, Softex akan bekerja sama dengan Bank Sampah Bersinar. Perusahaannya sudah menyiapkan tong khusus untuk popok yang akan kami sebar di Rumah Sakit ibu dan Anak (RSIA) Limijati, Paskal Mall, dan PVJ Mall, bekerja sama dengan Day Care Galenia. Titik tersebut akan ditambah seiring berjalannya waktu.

loading...

Abidin menambahkan saat ini kemampuan mesin pengolah limbah popok mencapai 100 liter atau setara 40-50 kilogram popok. Dalam satu hari bisa mengolah hingga 250 kilogram atau 1250 kilogram per minggu. 

“Kami juga akan membantu melakukan pengembangan mesin ini untuk volume yang lebih besar,” ujarnya. 

Lebih lanjut dikatakan Program sustainability ini merupakan bentuk nyata dari kontribusi PT Softex Indonesia kepada masyarakat dan lingkungan dalam mengurangi limbah popok. Program ini merupakan program lanjutan dari program sustainability sebelumnya yang sudah dijalankan di Tangerang dan diresmikan pada 8 Oktober 2019.

 "PT Softex lndonesia percaya bahwa kesuksesan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan bisnis, tetapi juga harus diimbangi dengan program yang dapat membantu masyarakat dan lingkungan," kata Direktur PT Softex lndonesia, Djali Halim.***

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X