Kamis, 4 Juni 2020

Perlambatan Ekonomi Dampak Kondisi Geopolitik Dunia Masih Terjadi 2020, OJK Optimistis dengan Omnibus Law

- 16 Januari 2020, 14:47 WIB
KETUA Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso memberikan sambutan dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2020 di Jakarta, Kamis, 16 Januari 2020. Pertemuan tahunan tersebut mengangkat tema Ekosistem Keuangan Berdaya Saing Untuk Pertumbuhan Berkualitas.* /Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

PIKIRAN RAKYAT – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso mengatakan, perlambatan pertumbuhan kredit perbankan, dipengaruhi oleh melemahnya permintaan komoditas global.

Pada 2020, Wimboh mengatakan, diperkirakan masih akan diwarnai dengan downside risks dari perlambatan ekonomi global dan gejolak geopolitik di sejumlah kawasan.

Namun risiko itu bisa ditekan dengan selesainya beberapa proyek infrastruktur strategis, dan konsistensi pemerintah menjalankan reformasi struktural, termasuk terobosan melalui hadirnya beberapa Omnibus Law. 

Baca Juga: Di Antara Tawaran Klub Lain, Kiper Timnas Indonesia Teja Paku Alam Pilih Persib

OJK optimis perbaikan pertumbuhan ekonomi dan kinerja sektor jasa keuangan yang positif akan berlanjut di 2020,” kata Wimboh, saat Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2020 di Jakarta, Kamis, 16 Januari 2020.

Dia mengatakan, OJK memperkirakan kinerja intermediasi perbankan tumbuh di kisaran 11±1%, dengan tingkat risiko tetap terjaga rendah.

Optimisme ini juga tercermin dalam Rencana Bisnis Bank tahun 2020, yang menargetkan ekspansi kredit sebesar 10%. Sedangkan di Industri Keuangan Non-Bank, sejalan upaya konsolidasi industrinya, diperkirakan akan tumbuh moderat.

Baca Juga: Viral Video Pesawat Ciptaan Montir Sukses Terbang, Dirakit dengan Barang Bekas 

Di pasar modal, tren dovish bank sentral dunia akan berlanjut dan likuiditas akan mengalir ke pasar domestik. Untuk itu, dengan tren penurunan suku bunga pasar, total nilai emisi diperkirakan mencapai Rp170-200 triliun dengan tambahan 70 emiten baru di tahun 2020.

Sementara itu Presiden Joko Widodo menyampaikan apresiasi terhadap stabilisasi sektor keuangan di tengah gejolak ekonomi global. "Pertumbuhan kredit menurun, tapi diisi oleh pinjaman offshore yang besar sehingga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi kita,"  ujarnya.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X