Sabtu, 6 Juni 2020

Harga Cabai Tembus Rp 100.000 per Kilogram akibat Cuaca Buruk

- 16 Januari 2020, 14:16 WIB
SEORANG pedagang di Pasar Sindangkasih, Majalengka, tengah melayani pembeli cabai yang harganya mencapai Rp 80.000 per kilogram.* /TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON

PIKIRAN RAKYAT – Diduga akibat dampak dari cuaca buruk, harga cabai merah di sejumlah pasar tradisional di Majalengka, mengalami lonjakan yang cukup tinggi.

Harga cabai meroket hingga mencapai Rp 90.000 per kilogram dan eceran mencapai Rp 100.000 per kilogram.

Akibat hal tersebut pasokan barang dari bandar dan petani berkurang, tingkat penjualan pun demikian.

Baca Juga: Tak Pernah Ditahan, Satu Keluarga Kaget Dituntut 7,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi

“Kalau harga mahal memang omset penjualan juga berkurang. Mending harga murah pembeli banyak,” ucap Ega salah seorang pedagang di Pasar Sindangkasih, Majalengka.

Melonjaknya harga cabe ini menurutnya sudah berlangsung lebih dari sepekan belakangan ini. Karena sebelumnya harga cabe merah hanya berada di kisaran Rp 50.000 hingga Rp 60.000 saja per kg. Setelah curah hujan mulai tinggi harga terus merangkak naik hingga kini mencapai Rp 80.000 per kg.

Kenaikan harga terjadi pula pada harga cabai keriting  yang kini mencapai Rp 80.000 per kg harga ini naik Rp 30.000 dari harga sebelumnya

Baca Juga: Menjajal Angkot Online di Kabupaten Bandung, Rincian Cara Pesan hingga Tarif 

Menurut Dedi kenaikan harga cabai di saat musim penghujan atau puncak kemarau biasa terjadi, karena saat curah hujan tinggi jumlah petani yang memanam cabai berkurang atau mereka baru mulai tanam. Tak heran jika pasokan barang ke apsar juga berkurang.

Mahalnya garga cabai di tingkat pedagang selain pasokan barang yang kurang juga tingkat pembusukannya sangat tinggi. Sehingga pedagang baik pemasok maupun pedagang eceran meningkatkan harga untuk mengurangi kerurian yang cukup tinggi akibat pembusukan tersebut.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X