Sabtu, 25 Januari 2020

Lagi, BUMN Terungkap Memiliki Persoalan, Begini Kondisi Apesnya Bisnis Asabri

- 14 Januari 2020, 11:02 WIB
LOGO ASABRI, salah satu BUMN yang ditengarai menumpuk persoalan.* /SITUS RESMI ASABRI


PIKIRAN RAKYAT - PT ASABRI tampak adem ayem saja, selama ini, dan menjalankan tugasnya.Yakni menyalurkan dana pensiun khusus prajurit TNI, anggota Polri, PNS Kementerian Pertahanan, dan PNS Polri.

Namun belakangan, seperti kepada BUMN lainnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkap persoalan di tubuh ASABRI.

ASABRI diketahui mengalami apes atas kerugian akibat portfolio investasi pada saham-saham.

Baca Juga: Kampung Radio di Cililin, Pusat Telekomunikasi Abad Ke-19 yang Gelombangnya Terdengar Hingga Eropa Barat

Antara melansir, perjalanan kasus ini menguak ketika Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo menyebutkan terdapat kerugian di portofolio dari sisi saham milik PT ASABRI (Persero).

Kartika masih belum tahu waktu pasti dimulainya dan berapa kerugian pada saham Asabri sebab masih dilakukan investigasi bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Yang jelas, sekitar dua pertiga saham milik PT ASABRI kini harganya di bawah harga saat penawaran umum perdana (IPO).

Baca Juga: 7 Hal yang Jangan Dilakukan PNS Selama Tahapan Pilkada 2020

Empat saham Rp 50 ASABRI, masuk poin terendah dalam daftar. Antara lain Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) di mana harga IPO Rp 225 per saham, Inti Agri Resources Tbk (IIKP) harga IPO Rp 450 per saham, SMR Utama Tbk (SMRU) harga IPO Rp 600 per saham, dan Hanson Internasional Tbk (MYRX) harga IPO bahkan mencapai Rp 9.900 per saham.

Sementara itu, lima saham milik Asabri lainnya saat ini lebih tinggi dibandingkan harga saat IPO yaitu Prima Cakrawala Abadi Tbk (PCAR) dari harga IPO Rp150 per saham jadi Rp338 per saham dan Bank Yudha Bhakti Tbk (BBYB) dari harga IPO Rp115 jadi Rp268 per saham.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X