Jumat, 10 April 2020

Kekuatan Nasional Itu Bernama Pertanian

- 13 Januari 2020, 13:23 WIB
PETANI menyemprotkan pestisida ke lahan persawahan di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Pertanian memiliki potensi besar untuk meningkatkan sektor ekonomi nasional.* /ANTARA

PIKIRAN RAKYAT - Sektor pertanian dianggap mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Terlebih jika hasil komoditas pertanian Indonesia mampu diekspor ke beberapa negara.

Dalam kunjungannya ke Bandung beberapa waktu lalu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, ada beberapa komoditi hortikultura, perkebunan, dan beberapa tanaman pangan dari Indonesia yang saat ini diminati konsumen dunia.

“Yang pasti, yang mampu mendorong segalanya menjadi kekuatan nasional itu ya pertanian. Kita memiliki cuaca alam yang bagus, potensi pertanian kita bagus, dan jumlah penduduk juga besar, tinggal ini harus dikonsepsikan agar lebih kuat. Maka pasti saja pertanian akan menjadi kekuatan soko guru ekonomi kita,” ujar dia.

Baca Juga: Buru Kader PDI Perjuangan Harun Masiku, KPK Gandeng Ditjen Imigrasi

Limpo mencontohkan, salah satunya komoditi pertanian di Kabupaten Bandung Jawa Barat memiliki potensi yang sangat besar, baik untuk konsumsi lokal maupun kebutuhan dalam negeri tetapi sudah berorientasi dunia untuk ekspor. Pihaknya pun berharap bersama seluruh kekuatan yang ada di Jawa Barat termasuk para pemangku kebijakannya terus mendorong peningkatan sektor pertanian di Jawa Barat.

Disinggung mengenai upaya pemerintah dalam mendukung sektor pertanian sebagai alternatif pendongkrak pertumbuhan ekonomi, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, saat ini pemerintah sudah membuka kredit usaha rakyat (KUR) khusus untuk petani dengan bunga yang sangat rendah sekitar 6%. Jika sektor pertanian ini dilakukan dengan teknologi yang tepat dan benar, maka akan mendatangkan keuntungan bagi petani.

Baca Juga: Jasad Bayi Ditemukan di TPA, Hampir Diratakan Alat Berat Pengolah Sampah

“Dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi ini, pengusaha juga harus terlibat karena ini ruang terbuka. Tentu saja bimbingan pertanian dari pemerintah melakukan technical asistensi. Dukungan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pertanian ini sudah dibuka KUR petani dengan bunga yang rendah. Kalau petani mengalami gagal panen karena bencana, kita sudah siapkan asuransi pertanian termasuk penyediaan bibit pertanian agar petani itu bisa bercocok tanam kembali,” kata dia.

Dikatakan dia, bantuan pemerintah juga dilakukan seperti halnya mengganti komoditas pertanian yang rusak akibat bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu. “Lahan pertanian yang rusak akibat bencana alam di Bogor itu tidak lebih dari sepuluh ribu (hektare),” kata dia.***

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X