Selasa, 26 Mei 2020

Bank Indonesia Musnahkan Rp 2,7 Triliun Uang Kertas di NTT

- 11 Januari 2020, 14:06 WIB
ILUSTRASI. Petugas memeriksa uang lusuh yang ditukarkan oleh warga.* /Nyoman Hendra Wibowo/ANTARA FOTO

PIKIRAN RAKYAT - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) memusnahkan Rp 2,7 triliun uang sepanjang tahun 2019. Uang tersebut dimusnahkan karena lusuh dan tidak layak beredar.

“Rp 2,7 triliun uang lusuh yang kami musnahkan ini yang sudah jelas-jelas rusak, ada sangat kotor, bolong-bolong, maupun tempelan lem dan banyak coretan,” kata Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengedaran Uang, dan Layanan Administrasi BI Perwakilan NTT, Eddy Junaedi pada Antara di Kupang, Sabtu, 11 Januari 2020.

Dia menjelaskan, pihaknya secara reguler melakukan pemusnahan uang lusuh yang disetor dari perbankan menggunakan mesin peracik. Selain itu uang lusuh juga disetor dari delapan kas titipan BI yang menyebar di provinsi setempat yang kebanyakan didominasi pecahan kecil.

“Kalau yang pecahan kecil itu kami tidak olah lagi karena biasanya sudah benar-benar rusak dan tidak layak beredar,” katanya.

Baca Juga: Banjir Jakarta Hasilkan 50.000 Ton Sampah, Langsung Dikirim ke Bekasi

Junaedi mengatakan, selama 2019, pihaknya melakukan penukaran uang secara reguler melalui perbankan, kas titipan, maupun kas keliling pada 55 titik yang tersebar di provinsi setempat.

Menurut dia, kebiasaan masyarakat yang tidak menyimpan uang secara rapi menjadi salah satu penyebab uang rupiah cepat lusuh. “Semestinya uang disimpan dalam dompet, tetapi kebiasaan masyarakat kita itu uang diremas lalu disimpan begitu saja dalam kantong pakaian sehingga cepat rusak,” katanya.

Untuk itu pihaknya terus-menerus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mencintai uang rupiah melalui Program Peduli dan Sadar Rupiah atau NTT Padar. “Kami terus lakukan sosialisasi berulang-ulang agar masyarakat kita sadar menjaga uang rupiah merupakan salah satu bukti kecintaan kita pada NKRI,” katanya.***

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X